Lebih 68 Brand Kreatif Bandung Unjuk Gigi di #LocalVocal

Lebih 68 produk kreatif Kota Bandung seperti fesyen dan kerajinan tangan unjuk gigi dalam pameran bertajuk #LocalVocal yang diselenggarakan di Graha Mangala Siliwangi, Kota Bandung.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 19 April 2019  |  14:51 WIB

Bisnis.com, BANDUNG -- Lebih 68 produk kreatif Kota Bandung seperti fesyen dan kerajinan tangan unjuk gigi dalam pameran bertajuk #LocalVocal yang diselenggarakan di Graha Mangala Siliwangi, Kota Bandung.

Pameran yang berlangsung sejak 18 April 2019 ini diagendakan digelar hinga 20 April 2019 mendatang. Dari 68 produk yang dipamerkan, di antaranya yakni 33 industri fesyen dan 35 industri kerajinan tangan.

Di pameran, pengunjung tak hanya bisa menikmati beragam hasil tangan produk lokal, tapi juga bisa memilikinya.

Produk-produk yang dipamerkan tersebut merupakan hasil dari kurasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung. Kedua lembaga tersebut bersinergi dalam memberikan pembinaan dan pembukaan pasar bagi para pengrajin dan industri.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial sangat mengapresiasi karya-karya para pengrajin. Dalam kesempatan tersebut, Oded menerima banyak masukan terkait kelangsungan industri kreatif di Kota Kembang, salah satunya adalah akses permodalan.‎

“Persoalannya di antaranya permodalan, kita akan terus mendorong dan memfasilitasi mereka dengan perbankan,” katanya, Jumat (19/4).

Oded meminta, Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah untuk menghubungkan para pelaku industri kreatif dengan perbankan melalui mekanisme yang memudahkan. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan produktivitas industri sehingga lebih menyejahterakan.

Menurutnya, kebutuhan terhadap pasar juga tidak bisa diabaikan. Oded melihat, kualitas produk Kota Bandung sangat layak untuk bisa menembus pasar internasional. Ia pun meminta Elly untuk menghubungkan para pelaku industri dengan lembaga ekspor-impor agar bisa membukakan peluang ekspor kepada pengrajin.

“Kalau (pasarnya) hanya di Indonesia kan terbatas, kalau luar negeri bisa membantu mereka dalam mengembangkan produksi. Kalau ada ruang atau market untuk kerja sama dengan eksportir, kenapa tidak?” imbuhnya.

Hal itu pun diamini Elly. Ia mengaku akan terus mempromosikan produk-produk industri fesyen dan kerajinan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah perluasan pemasaran untuk meningkatkan penjualan. Pada akhirnya, industri ini bisa menunjang pertumbuhan ekonomi daerah. 

 “Kami akan berusaha membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memajukan industri kecil menengah melalui pengembangan berbagai potensi yang ada,” ujar perempuan yang juga merangkap jabatan sebagai Plt. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandung, pameran dagang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup