Diplomasi Kucing dan Kesan Gugup Sandiaga Uno di Samping Prabowo

Sandiaga Uno dianggap keluar dari kebiasaan saat mendampingi Prabowo Subianto saat konferensi pers deklarasi kemenangan Pilpres 2019.
Newswire | 19 April 2019 06:13 WIB
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pendukung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 kepada awak media di kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA -Sandiaga Uno dianggap keluar dari kebiasaan saat mendampingi Prabowo Subianto saat konferensi pers deklarasi kemenangan Pilpres 2019.

Pakar bahasa tubuh dan mikroekspresi Monica Kumalasari mengatakan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno tampak kehilangan senyum, santai dan spontan.

Deklarasi klaim kemenangan Pilpres 2019 disampaikan di kediaman Capres Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4). Sebelumnya, Prabowo sudah mengumumkan klaim kemenangan namun tanpa kehadiran Sandi sehingga memunculkan isu pecah kongsi di antara keduanya.

"Sandiaga keluar dari base line. Base line adalah kebiasaan dia. Pertama, dia selalu smile dalam berkomunikasi. Dia sangat santai, gesture sangat natural. Biasanya beliau juga sangat spontan," ujar Monica kepada Antara dalam sambungan telepon di Jalarta, Kamis (18/4/2019) malam.

Namun, kebiasaan tersebut menurut Monica tidak ditemukan saat dekralasi kemenangan, di mana Prabowo kembali mendekalarasikan kemenangannya versi real count internal BPN dengan perolehan 62 persen.

Sebelumnya, Sandiaga absen dalam dua konferensi pers yang digelar tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi pada Rabu (17/4) petang.

Dalam konferensi pers itu Prabowo didampingi Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-jufri, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Eggi Sudjana, Yusuf Martak serta Rahmawati Soekarnoputri. Namun, Sandiaga tidak terlihat dalam konferensi pers itu.

Dalam akun Instagram-nya, Sandiaga mengunggah foto saat Prabowo datang ke kediamannya membawa kucing.
 
Monica menyebut kunjungan ini sebagai "diplomasi kucing."

"Ketika kita lihat foto dari samping, Sandi mukanya lempeng, sementara istrinya mencoba lebih hangat kepada kucing Pak Prabowo," kata Monica.

Kembali pada saat konferensi pers, Monica melihat ekspresi "sedih, marah, takut."

"Terus, ini bukan gayanya, tangannya ikut ke belakang seperti anak buah. Tangan ke belakang artinya nurut," ujar Monica.

Dalam konferensi pers, Sandiaga juga terlihat cukup lama menatap skrip pidato Prabowo. Saat Prabowo menyebut UUD 1945, Sandiaga mulai batuk dengan menutup mulut atau buang muka ke samping kiri.

Adegan tersebut diikuti dengan Sandiaga mulai menatap ke audience dan meyapu audience saat Prabowo berbicara tentang partai-partai.

"Ada dua hipotesis, memang karena dalam kondisi sakit, bisa juga karena kaget," kata Monica.

"Sandiaga Uno dalam tekanan berat. Tekanan atas apa? Bisa karena otoritas Prabowo, bisa karena tekanan pihak luar yang terlibat dalam pendanaan ajang Pilpres, bisa karena shock hasil quickcount," sambung dia.

Usai pidato Sandiaga Uno menarik napas panjang. Bahasa tubuh ini, menurut Monica berarti "yang penting lewat."

Pada akhir pidato, tidak seperti biasanya, Sandiaga tidak berjabat tangan dengan Prabowo. Sandiaga juga tidak ikut meneriakkan takbir.

Sementara itu, Monica tidak melihat adanya perubahan bahasa tubuh dan ekspresi pada Prabowo.

"Sama seperti biasanya, seperti saat konferensi Ratna Sarumpaet, dan lain-lain. Tidak terlihat ada perubahan base line," ujar Monica.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sandiaga uno, prabowo subianto, Pilpres 2019

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup