DPR AS Rilis Panggilan Pengadilan kepada Deutsche Bank

Anggota DPR partai Demokrat Amerika Serikat mengeluarkan surat panggilan pengadilan kepada Deutsche Bank AG dan bank-bank lain untuk mencari informasi di tengah penyelidikan terhadap keuangan Presiden Donald Trump dan transaksi dengan Rusia.
Aprianto Cahyo Nugroho | 16 April 2019 07:28 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam konferensi pers di Hotel JW Marriott, di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2/2019). - REUTERS/Jorge Silva

Bisnis.com, JAKARTA – Anggota DPR partai Demokrat Amerika Serikat mengeluarkan surat panggilan pengadilan kepada Deutsche Bank AG dan bank-bank lain untuk mencari informasi di tengah penyelidikan terhadap keuangan Presiden Donald Trump dan transaksi dengan Rusia.

Dilansir dari Bloomberg, Ketua Badan Intelijen DPR Adam Schiff mengatakan panelnya merilis panggilan pengadilan tersebut pada Senin (15/4/2019) setelah berkoordinasi dengan Komite Jasa Keuangan DPR.

Kedua panel tersebut telah mencari materi terkait Trump dari Deutsche Bank sejak Demokrat mengambil alih mayoritas anggota DPR pada Januari.

Schiff mengatakan bank yang berbasis di Frankfurt tersebut telah bekerja sama dengan penyelidikan dan permintaan pada Senin adalah "panggilan pengadilan ramah." Panggilan pengadilan semacam itu biasanya diajukan ketika perusahaan bersedia untuk menyerahkan dokumen tetapi menginginkan permintaan formal terlebih dahulu.

"Deutsche Bank terlibat dalam dialog yang produktif dengan Komite Jasa dan Intelijen Keuangan DPR," kata juru bicara Deutsche Bank, Kerrie McHugh, Senin (15/4/2019).

“Kami tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang sesuai kepada semua investigasi resmi dengan cara yang konsisten dengan kewajiban hukum kami. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang kegiatan investigasi komite, Anda dapat langsung bertanya ke komite sendiri," lanjutnya.

Masing-masing juru bicara dari enam bank AS terbesar - JPMorgan Chase & Co., Bank of America Corp, Citigroup Inc., Wells Fargo & Co., Goldman Sachs Group Inc. dan Morgan Stanley - menolak berkomentar atau tidak segera menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja normal.

Komite Jasa Keuangan DPR telah lama melakukan pembicaraan dengan Deutsche Bank tentang catatan terkait Trump, termasuk yang terkait dengan Rusia.

Maxine Waters, anggota DPR partai Demokrat dari California yang memimpin panel, mengisyaratkan pekan lalu bahwa penyelidikan terkait Rusia meluas ke bank-bank lain juga.

Pada dengar pendapat 10 April di mana kepala pejabat eksekutif bank-bank AS terbesar bersaksi, pertanyaan pertama Waters adalah tentang transaksi bisnis yang dilakukan perusahaan mereka di Rusia.

'Sangat serius'

"Potensi penyalahgunaan sistem keuangan AS adalah masalah yang sangat serius," kata Waters dalam sebuah pernyataan, Senin.

"Komite Jasa Keuangan sedang mengeksplorasi masalah-masalah ini, termasuk karena penyalahgunaan tersebut mungkin melibatkan presiden dan rekan-rekannya, selengkap mungkin sesuai dengan otoritas pengawasannya,” lanjutnya.

Komite Intelijen lebih fokus pada aspek koneksi keuangan atau transaksi yang dapat menunjukkan adanya potensi leverage oleh entitas asing atas Trump, keluarganya atau bisnisnya. Trump memiliki pinjaman senilai US$340 juta dari Deutsche Bank, menurut pengungkapan keuangan terbarunya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top