Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gamelan & Tari Pendet Meriahkan Festival Kampus di Universitas Wina Austria

Pertunjukan musik gamelan dan Tari Pendet yang turut mengisi Festival Kampus 2019 di University of Vienna, Wina, Austria, sukses menarik perhatian para pengunjung.
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 07 April 2019  |  06:00 WIB
Musik gamelan mengisi Festival Kampus 2019. - Dok. KBRI Wina
Musik gamelan mengisi Festival Kampus 2019. - Dok. KBRI Wina

Bisnis.com, WINA – Pertunjukan musik gamelan dan Tari Pendet yang turut mengisi Festival Kampus 2019 di University of Vienna, Wina, Austria, sukses menarik perhatian para pengunjung.

Acara konser bertajuk ”An Ancient Cultural Heritage of Indonesia” yang berlangsung pada Jumat malam (05/04/2019) tersebut diselenggarakan oleh KBRI Wina bekerja sama dengan University of Vienna sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Kampus (Campus Aktuell) yang diselenggarakan universitas tersebut setiap tahun.

Campus Aktuell merupakan kegiatan tahunan University of Vienna untuk memberikan tempat dan waktu serta suatu program yang beragam yang bertujuan untuk mempromosikan berbagai program-progam kampus, termasuk penyelenggaraan teater terbuka, lokakarya dan berbagai open house dari seluruh Departemen di University of Vienna.

Pada 2019 Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Wina berpartisipasi dalam Campus Aktuell University of Vienna, dalam upaya lebih memperkenalkan salah satu warisan budaya leluhur, yakni musik gamelan sebagai orkestra sekaligus juga sebagai musik pengiring tari tradisional Indonesia kepada masyarakat Austria.

Sekitar 200 tamu undangan memadati Aula Kampus University of Vienna yang terdiri dari berbagai kalangan di antaranya pejabat pemerintah, akademisi, musisi, dan jurnalis, serta masyarakat Austria pencinta Indonesia.

Konser menampilkan pertunjukan musik gamelan Bali dan Jawa yang dibawakan oleh dua grup gamelan di Austria yaitu Gamelan Bali Altenberg dan Gamelan Jawa Ngesti Budoyo.

Gamelan Altenberg merupakan grup bentukan Max Lorenz, seniman Austria yang juga seorang Indonesianist.

                                                                             Tari Pendet digelar di Wina. – Dok. KBRI Wina

Sementara itu, grup Ngesti Budoyo merupakan grup Gamelan binaan KBRI Wina yang beranggotakan sejumlah masyarakat Indonesia dan Austria yang berdomisili di Wina dan menaruh minat besar terhadap musik klasik dari Jawa tersebut.

Sebagai informasi, beberapa anggota kelompok Gamelan Bali Altenberg merupakan mantan penerima Darmasiswa, program beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada pemuda dan pelajar asing yang ingin mempelajari bahasa dan seni budaya di Indonesia.

Dalam acara selama 60 menit tersebut, kedua kelompok gamelan memainkan beberapa komposisi gamelan klasik di antaranya Kasatrian, Tabuh Telu, Lancaran Udan Mas, Shivanata, Ladrang Wilujeng, Rejang Dewa dan Ayo Praon.

Lebih dari 100 seratus orang undangan yang terdiri dari akademisi, seniman, Diaspora Indonesia, serta kalangan mitra kerja KBRI Wina dari berbagai institusi di Austria hadir di ruangan konser.

“Konser ini salah satu wujud diplomasi budaya Indonesia untuk merangkul publik luas di Austria, khususnya di Wina. Diplomasi budaya merupakan salah satu alat penting untuk membangun semangat saling memahami, saling percaya, dan saling menghormati antara masyarakat Indonesia dan Austria, yang pada gilirannya memperkuat hubungan bilateral kedua negara,” ujar Wakil Kepala Perwakilan RI Witjaksono Adji dalam pidato pembukaannya, seperti dikutip dari siaran pers KBRI Wina, Sabtu (06/04/2019).

Selain itu, disampakan pula bahwa penyelenggaraan konser ini diharapkan dapat memberikan wadah untuk kerja sama yang berkelanjutan antara Kedutaan Indonesia di Wina dan Universitas, kehadiran masyarakat Austria di pada konser menunjukkan adanya ikatan kuat antara Indonesia dan Austria.

Lebih lanjut, kehadiran masyarakat Austria diyakini menunjukkan bahwa seni dan budaya memungkinkan orang untuk terhubung dan berinteraksi dengan cara sebaik mungkin, sebagai warga dunia.

Ketua Departemen Musicology University of Vienna, Prof. Dr. Christoph Reuter, dalam pidatonya menyebutkan bahwa Gamelan merupakan sebuah instrumen musik tradisional yang luar biasa dan menarik banyak minat masyarakat Austria karena dinilai memiliki beberapa keterkaitan dengan musik klasik.

“Kami sedang membuat proyek pembuatan digitalisasi musik Gamelan, yang kedepannya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Museum dan sebagainya,” lanjut Christoph Reuter.

Selain itu disampaikan pula apreasiasi kepada KBRI Wina yang telah memberikan kesempatan bagi para siswanya untuk belajar gamelan 1 (satu) semester pada periode winter semester lalu, dan mengharapkan kerja sama antara University of Vienna dengan KBRI Wina berlanjut.

Apresiasi penonton konser sangat baik. Hal ini nampak dari padatnya ruangan konser malam itu. Beberapa yang diwawancarai tidak hanya puas menyaksikan penampilan Grup Altenberg dan Ngesti Budoyo malam itu, tetapi juga langsung sampaikan ketertarikannya untuk mengunjungi Indonesia agar dapat melihat langsung ragam kebudayaan yang ada di masing-masing daerah.

Promosi seni budaya Indonesia di Austria merupakan salah satu program kegiatan rutin KBRI Wina guna meningkatkan citra positif Indonesia di kalangan publik Austria.

Pada gilirannya, diharapkan citra positif tersebut akan berdampak positif terhadap hubungan kedua negara di samping mendorong peningkatan kunjungan warga Austria ke Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seni budaya Gamelan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top