Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program Desa Terang, 20 Kabupaten Peroleh 2.000 Unit Lampu PJU-TS

Kabar24.com, JAKARTA - Rizayati kembali menggulirkan program Desa Terang, perjanjian kerja sama dengan daerah sudah ditandatangani. Bulan depan, program ini sudah berjalan untuk semua daerah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 April 2019  |  19:01 WIB
Program Desa Terang, 20 Kabupaten Peroleh 2.000 Unit Lampu PJU-TS
Program Desa Terang - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA - Rizayati kembali menggulirkan program Desa Terang, perjanjian kerja sama dengan daerah sudah ditandatangani. Bulan depan, program ini sudah berjalan untuk semua daerah. 

"Kami bekerja di 20 kabupaten. Setiap daerah akan mendapat 2.000 unit lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS)," tutur Rizayati, Minggu. 

Dia memprioritaskan PJU-TS untuk daerah pemilihannya di Kabupaten Bogor. “Ini salah satu bentuk upaya nyata saya memajukan Kabupaten Bogor," tegasnya. 

Sama seperti program Sejuta Rumah, program pemerintah belum mengeluarkan dana untuk membiayainya. "Saya menggunakan sumber dana dan sumber daya sendiri. Sama seperti program Sejuta Rumah, pemerintah akan membayar pada waktunya," ungkapnya. 

Rizayati kembali menegaskan dalam menggeluti dunia usaha dan dunia politik, dia tidak akan mau melakukan tindakan yang merugikan orang lain atau menipu. "Saya banyak kenal dan dikenal banyak orang. Saya tidak mau merusak nama sendiri," ungkapnya.

Rizayati yang tahun ini terjun ke politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI dari Partai NasDem  No 4 dari daerah pemilihan Jabar V Kabupaten Bogor ini, lewat perusahaan pengembang PT Imza Rizki Jaya. Rizayati membangun rumah bersubsidi di tiga daerah, yakni Aceh, Manado, dan Lampung. 

Secara bertahap, dia membangun rumah-rumah, yang akhirnya mencapai jumlah total 1.500 unit di tiga daerah tersebut. 

"Rumah-rumah subsidi itu saya bangun untuk warga miskin atau berpenghasilan rendah. Mereka menyerahkan dana Rp10 juta-Rp12 juta untuk mendapatkan rumah seharga Rp75 juta, atau Rp35 juta untuk rumah seharga Rp135 juta," ungkap Rizayati. 

Untuk membangun rumah bersubsidi, Rizayati mengerahkan semua sumber daya yang ia miliki. "Karena dana program itu dibayar pemerintah belakangan, saya mencari sumber dana dengan menghubungi relasi di luar negeri. Alhamdulillah, mereka percaya dan menyediakan dana untuk saya," sambungnya. 

Rizayati mengaku memiliki banyak relasi yang bersedia menjadi penyandang dana untuk program yang digagas demi kemakmuran rakyat Indonesia. Mereka berasal dari Korea, China, Arab Saudi, dan Dubai. 

"Mereka siap membantu anggaran demi menyejahterakan rakyat Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi," tegasnya. 

Dengan dana sendiri dan bentuk tanggung jawab sosial, Rizayati juga menggelar program rehabilitasi rumah warga kurang mampu. Ada 100 rumah sudah diperbaiki di empat daerah, salah satunya di Madura.

Namun, jalan untuk meringankan warga yang kurang beruntung itu tidak berjalan mulus. Di Manado, Aceh maupun Lampung, dia harus berhadapan dengan onak duri. 

"Di Aceh dan Lampung, orang-orang yang tidak bertanggung jawab memungut uang kepada masyarakat, namun tidak disetorkan ke perusahaan. Di Manado, saya membatalkan janji membangun rumah subsidi untuk salah satu komunitas, karena ternyata calon penerimanya orang-orang yang secara ekonomi tergolong mampu dan mapan," tambah pengusaha berdarah Aceh itu. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lampu
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top