TKN Apresiasi Surat SBY, Sindir Prabowo

Pujian diberikan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Juru Bicara Millenial TKN Garda Maharsi mengatakan surat SBY menunjukkan dia berperilaku demokrasi yang matang dan jernih melihat fakta.
Lalu Rahadian | 07 April 2019 13:25 WIB
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyapa pendukungnya usai kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/4/2019). Kampanye dimulai dengan shalat subuh berjamaah dilanjutkan dengan dzikir dan doa munajat bersama lalu dilanjut dengan pidato Sandiaga dan Prabowo.JIBI/Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bersurat menanggapi konsep kampanye akbar calon presiden dan wapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat apresiasi.

Pujian diberikan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Juru Bicara Millenial TKN Garda Maharsi mengatakan surat SBY menunjukkan dia berperilaku demokrasi yang matang dan jernih melihat fakta.

“Dan tetap berpegang pada semangat dasar demokrasi Pancasila yang inklusif dan mempersatukan. Suatu contoh sikap dari seorang mantan militer yang matang, yang mungkin belum dimiliki oleh Prabowo yang kaleng-kaleng itu,” ujar Garda kepada Bisnis, Minggu (7/4/2019).

Surat dari SBY juga dianggap menunjukkan bahwa Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga diisi politikus yang eksklusif dan condong berniat memecah bangsa. Garda menyebut politikus Demokrat cenderung terpinggirkan di internal BPN karena polah politikus-politikus eksklusif itu.

Politikus PDI Perjuangan itu pun menyatakan rasa kasihannya kepada BPN karena terlihat rapuh di mata masyarakat. Dia menganggap surat dari SBY menunjukkan wajah suram demokrasi yang tidak dilandasi keadaban.

“SBY jenderal matang, Prabowo tidak bisa mengendalikan kelompok-kelompok yang mau disintegrasi bangsa. Makin kelihatan kalau memang cuma kaleng-kaleng,” tuturnya.

Surat dari SBY tentang kampanye akbar Prabowo-Sandiaga ditujukan untuk tiga pejabat teras partainya yakni Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

Surat bertanggal 6 April itu ditulis dari National University Hospital, Singapura. Dalam surat itu, SBY menganggap konsep kampanye akbar Prabowo-Sandiaga tidak inklusif dan tidak lazim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sby, prabowo subianto

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top