Flores Minta Pemilu Digeser, KPU Minta Masukan Kapolri Sampai Ketua Partai

Beberapa komunitas di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur meminta agar pelaksanaan pemilu digeser.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  17:35 WIB
Flores Minta Pemilu Digeser, KPU Minta Masukan Kapolri Sampai Ketua Partai
Pekerja menata kotak suara kardus di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Cibeurem, Jawa Barat, Jumat (1/2/2019). - ANTARA/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA — Beberapa komunitas di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur meminta agar pelaksanaan pemilu digeser. Alasannya pada 17 April mendatang mereka ada acara keagamaan, yaitu Rabu Trewa.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan bahwa komunitas tersebut sudah mengirim surat ke KPU dan pemerintah.

“Nah sekarang mau dibahas dengan Kapolri, Panglima, Gubernur, Kapolda, dan ketua partai nasional,” katanya di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Arief menjelaskan bahwa tidak bisa serta merta melakukan pergeseran pemilu. Hal ini karena jadwal pemilu sudah ada dalam regulasi.

Akan tetapi para komunitas tersebut sedang mengupayakan agar acara mereka tidak dilakukan pada 17 April mendatang sehingga pesta demokrasi bisa dilakukan.

“Tapi tidak semua Flores. Kan yang dilaporkan hanya 98 TPS [Tempat Pemungutan Suara]. Itu masuk dalam wilayah yang ada kegiatan tradisi keagamaan,” jelasnya.

Pemilu pada 17 April mendatang merupakan hal baru bagi Indonesia. Ini karena pemilihan presiden dan legislatif dilakukan secara serentak. Karena begitu banyak, tidak heran pemilu kali ini disebut paling rumit sedunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top