Survei Konsepindo : Kedua Paslon Didukung Kalangan Santri, Hasilnya Tipis

Dari yang mengaku pernah menjadi santri tersebut, hasilnya memang didominasi oleh pendukung Jokowi-Ma'ruf sebesar 56%, walaupun hanya unggul tipis dari pendukung Prabowo-Sandiaga sekitar 40,4%.
Aziz Rahardyan | 13 Maret 2019 17:28 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) usai debat capres 2019 disaksikan moderator di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Mengukur keterpilihan kedua pasang kandidat capres-cawapres dari kalangan santri atau lulusan pesantren, menjadi salah satu pembeda hasil survei Konsep Indonesia (Konsepindo) dibandingkan lembaga survei lain.

Direktur Konsepindo Veri Muhlis Arifuzzaman menjelaskan hal tersebut secara spesifik dalam rilis surveinya di Millenium Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

"Kami mencoba mengecek mengenai pengalaman pesantren. Hasilnya, yang mengaku pernah ke pesantren ada 16,5% [dari basis suara muslim dan berafiliasi dengan ormas Islam]," jelasnya.

Dari yang mengaku pernah menjadi santri tersebut, hasilnya memang didominasi oleh pendukung Jokowi-Ma'ruf sebesar 56%, walaupun hanya unggul tipis dari pendukung Prabowo-Sandiaga sekitar 40,4%.

Sedangkan 83,50% muslim yang mengaku berafiliasi dengan ormas islam tetapi tak pernah mengenyam pesantren, Prabowo-Sandi pun hanya unggul tipis dengan angka 53,2% berbanding 40,7% pendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Tapi setelah itu, dari yang mengaku pernah mengenyam pesantren, kita tanya lebih spesifik lagi. Apakah itu pesantren salafiyah atau tradisional, atau pesantren modern. Kebetulan saya ini juga lulusan pesantren, jadi ingin tahu," ungkap Veri.

Hasil survei terkait dua segmen pesantren ini menarik, sebab pemilih lulusan Pesantren Salafiyah Tradisional dengan basis suara 54,8%, didominasi oleh pendukung Jokowi-Ma'ruf dengan angka 57,8% berbanding pemilih Prabowo-Sandiaga 39,2%.

Tetapi, lulusan Pesantren Modern dengan basis suara 19,3% justru berbicara sebaliknya. Yaitu, didominasi pendukung Prabowo-Sandiaga dengan persentase 62,3% berbanding 37,3% pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Menurut Veri, hasil survei elektabilitas dari segmen kalangan santri ini integral dengan hasil survei identifikasi ormas islam panutan mereka.

Misalnya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dengan basis suara 40,2%, ternyata Prabowo-Sandiaga masih memiliki kesempatan untuk menarik dukungan ormas islam dengan anggota terbesar ini. Sebab, masih ada 38,8% warga NU yang memilih mereka.

Sedangkan untuk Jokowi-Ma'ruf yang memang identik dengan NU akibat efek cawapres-nya Ma'ruf Amin, gagal unggul telak dengan elektabilitas hanya 52,2% dari basis suara responden warga NU.

Sebaliknya, kalangan Muhammadiyah dengan basis suara 6,4% yang digadang-gadang identik dengan tokoh pendukung Prabowo-Sandiaga, justru lebih banyak memilih Jokowi-Ma'ruf dengan elektabilitas 46,2% berbanding 31,3% untuk Prabowo-Sandiaga.

Kendati demikian, masih banyak pula warga Muhammadiyah yang belum menentukan pilihan yaitu 22,5% dari basis suara.

Selain itu, ada beberapa ormas islam lain yang juga diukur oleh Konsepindo. Yaitu, kalangan Persatuan Islam (Persis), Front Pembela Islam (FPI) dan Alkhairaat yang cenderung mendukung Prabowo-Sandiaga.

Sedangkan, kalangan muslim dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), ormas lainnya, dan kalangan yang tidak menjadi pengikut ormas, cenderung mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top