Massa FUI Baca Sumpah Di Depan KPU, Amien Rais dan Eggi Sudjana Ikut Serta

Di atas mobil orator, turut hadir politisi senior PAN Amien Rais dan tokoh PA 212 Eggi Sudjana. Mereka bersama-sama melantunkan sumpah yang isinya sebagai berikut
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 01 Maret 2019  |  15:32 WIB
Massa FUI Baca Sumpah Di Depan KPU, Amien Rais dan Eggi Sudjana Ikut Serta
Aksi massa FUI di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Jumat (1/3/2019) - Bisnis/Aziz Rahardyan

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi massa Forum Umat Islam (FUI) di depan kantor KPU untuk mendorong Pemilu bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan, membacakan sumpah untuk mengawal Pemilu 17 April 2019.

Dalam orasinya di atas mobil terbuka, Sekretaris Jenderal FUI Al Khaththath menyatakan bahwa aksi mereka dalam rangka aksi berkelanjutan mengawal Pemilu 2019.

Kemudian, Al Khaththath menuntun massa aksi untuk membaca sumpah mengawal Pemilu 2019.

"Dalam Pemilu nanti, umat Islam harus menang. Tapi kemenangan kita bisa diserobot oleh orang. Maka harus kita jaga," ungkapnya, Jumat (1/3/2019).

Massa aksi FUI di depan kantor KPU

Di atas mobil orator, turut hadir politisi senior PAN Amien Rais dan tokoh PA 212 Eggi Sudjana. Mereka bersama-sama melantunkan sumpah yang isinya sebagai berikut :


Kami peserta Apel Siaga Umat untuk Pemilu bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan di depan kantor KPU RI di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat menyatakan bahwa Demi Allah SWT Yang Maha Agung, Kami Bersumpah :

1. Kami umat islam Indonesia siap mengikuti agenda Pemilu hari Rabu tanggal 17 April 2019 dengan kesadaran penuh bahwa memilih pemimpin dan wakil rakyat adalah kewajiban agama sesuai fatwa MUI 2009 tentang memilih pemimpin dalam Pemilu.

2. Kami siap menyukseskan terwujudnya Pemilu bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan karena bagi kami mewujudkan Pemilu bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan adalah wajib menurut agama seperti wajibnya umat islam memilih pemimpin dan wakil rakyat yang beriman bertaqwa, jujur atau shidiq, jujur atau amanah, aspiratif atau tabligh, punya kemampuan atau fathanah, dan memperjuangkan kepentingan umat islam sesuai fatwa MUI 2009 tersebut.

3. Kami menolak segala bentuk kecurangan pelaksaan pemilu karena bagi kami pelaksanaan Pemilu yang tidak bersih, tidak jujur, tidak adil, dan penuh kecurangan hukumnya haram. Sebagaimana haramnya memilih pemimpin yang tidak beriman, tidak bertaqwa, tidak jujur, tidak amanah, dan tidak aspiratif.

4. Kami bertekad untuk bergerak dari pintu ke pintu di tengah-tengah umat guna membangun kesadaran politik umat islam dan agar mensukseskan Pilpres dan Pileg 17 April 2019 serta berpartisipasi penuh kesungguhan dan keikhlasan dimulai dengan melaksanakan Subuh Akbar Indonesia di seluruh masjid dan musala dari Sabang sampai Merauke dan memutihkan seluruh TPS pada hari pencoblosan teraebut dari pagi hingga sore dengan spirit mewujudkan Pemilu bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan.

5. Kami mengajak seluruh peserta dan penyelenggara Pmilu maupun aparat keamanan agar bersungguh-sungguh mewujudkan Pemilu bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan agar terwujud kepemimpinan nasional yang kuat, yang berwibawa, serta wakil rakyat yang amanah.
Serta mewujudkan NKRI yang aman sentosa, Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Semoga Allah SWT menjadi saksi atas yang kami ucapkan dan semoga Allah memberikan kemenangan bagi umat islam. Aamiin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpu, AKSI 212

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top