Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kisah Asmara Sandiaga Uno Yang Belum Diketahui Banyak Orang

Dalam silaturrahmi akbar alumni SMP 12 Jakarta pada 27 Februari, kisah asmara Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno (Sandi) dengan sang mantan pacar, Nur Asia (Mpok Nur), membuat suasana silaturrahmi menjadi lebih cair. Tidak kaku. Hadirin undangan antusias mendengarkan kisahnya hingga habis
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 01 Maret 2019  |  10:20 WIB
Istri Cawapres Sandiaga Uno, Nur Asia (kedua dari kiri) didampingi Riri (paling kiri) dan Jaelani (kedua dari kanan) saat   acara Temu Alumni SMP 12 Jakarta, Rabu (27/2/2019)/Bisnis - Yusran Yunus
Istri Cawapres Sandiaga Uno, Nur Asia (kedua dari kiri) didampingi Riri (paling kiri) dan Jaelani (kedua dari kanan) saat acara Temu Alumni SMP 12 Jakarta, Rabu (27/2/2019)/Bisnis - Yusran Yunus

Bisnis.com, JAKARTA - Berkampanye tidak melulu mesti berbicara politik. Mengungkap kisah pribadi misalnya kisah nostalgia dengan mantan pacar, tidak kalah menariknya dan mendengarnya pun bikin betah.

Dalam silaturrahmi akbar alumni SMP 12 Jakarta pada 27 Februari, kisah asmara Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno (Sandi) dengan sang mantan pacar, Nur Asia (Mpok Nur), membuat suasana silaturrahmi menjadi lebih cair. Tidak kaku. Hadirin undangan antusias mendengarkan kisahnya hingga habis.

Sandi dan Mpok Nur kebetulan sealumni di sekolah yang sama. Waktu itu Sandi di kelas 3 (sekarang kelas 9), Mpok Nur kelas 1 kelas 7). Sandi angkatan 84, sedangkan Mpok Nur angkatan 86.

Mpok Nur memulai kisah itu dengan memperkenalkan dua orang yang berandil besar mempertemukannya dengan Sandi. "Ada 2 mak comblangnya, Jaelani dan Riri. Kedua orang inilah yang bersusah payah mendekatkan kami berdua. Saat bulan puasa, Sandi bersama Jaelani sering mampir ke rumah saya seusai sahur. Nah saya menerima keduanya, tidak sendirian. Ditemani Riri," ungkap Mpok Nur, yang disambut riuh tepuk tangan dan senyum lebar para hadirin.

Mpok Nur makin semangat menceritakan kisah panjang asmaranya. Dia mengaku tertarik mencari tahu sosok Sandi, ketika mendengar sekilas sosok Sandi dari informasi sang kakaknya, Ali, yang sekelas dengan Sandi.

"Bang Ali itu ngomong ke saya, ibu saya ikut dengar. Sandi kalau dapat nilai 9, badannya panas. Saya kaget, kita ini dapat 8
saja girangnya bukan main. Bang Sandi ini nilainya harus sempurna". Mpok Nur menjadi penasaran.

Waktu terus bergulir. Sandi pun bergerak cepat, 'menembak' Ali. "Lu punya adik nggak bilang-bilang. Adek lu buat gue aja
dah," begitu ungkapan Sandi, kenang Mpok Nur.

Jaelani (kanan) bersama Sandiaga Uno dan Nur Asia/Bisnis/Yusran Yunus

Jaelani mengatakan setelah lulus dari SMP 12, Sandi berpisah sekolah dengan Mpok Nur. Begitu pun dengan Jaelani dan Riri.

Berpisah sekolah, hubungan komunikasi antara mereka tidak putus begitu saja. Sandi bersekolah di SMA Pangudi Luhur, Jaelani di SMA Bulungan. Sandi sering mengajak Jaelani bermain basket, olahraga kesukaan keduanya sejak SMP.

"Di sela-sela kegiatan basket, kita saling menanya kabar teman-teman SMP. Kalau Sandi dan Mpok Nur, setahu saya sering berkomunikasi, mereka berasal dari keluarga yang mampu, sering telepon-teleponan dari rumah masing-masing," ungkap Jaelani.

Selepas SMA, Sandi meninggalkan Tanah Air, menimba ilmu perguruan tinggi di AS. Singkat cerita, tidak lama setelah lulus cum laude di Universitas George Washington AS dengan IPK 4,00, Sandi kembali ke Tanah Air. Dan pada tahun 1996, Sandi dan Mpok Nur mengakhiri masa pacarannya, berikrar membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah.

"Sampai sekolah perguruan tinggi di luar negeri, hubungan komunikasi Bang Sandi dengan Mpok Nur makin akrab. Memang sempat putus sambung. Tapi namanya sudah jodoh, Allah Swt akhirnya menyatukan mereka sampai saat ini".

Jaelani bangga memiliki sahabat kecil yang menjadi orang penting di negeri ini dan sebentar lagi mengukir sejarah baru lagi bagi sekolahnya. "Kami tentu berdoa dan memberikan dukungan kepada Sandi untuk bisa menang dalam Pilpres 17 April mendatang. Dan Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo-Sandi bisa semakin terpandang di dunia internasional," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sandiaga Uno
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top