Ini Alasan The Fed Bidik Inflasi 2%

Jerome Powell menghadapi skeptisisme dari Senator Partai Republik, Patrick Toomey, pada Selasa (26,2), ketika Gubernur The Fed tersebut menjelaskan mengapa bank sentral melakukan tinjauan selama setahun tentang pendekatannya untuk mencapai sasaran inflasi 2%.
Nirmala Aninda | 27 Februari 2019 12:02 WIB
The Fed mematok sasaran inflasi Amerika Serikat sebesar 2% - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Jerome Powell menghadapi skeptisisme dari Senator Partai Republik, Patrick Toomey, pada Selasa (26,2), ketika Gubernur The Fed tersebut menjelaskan mengapa bank sentral melakukan tinjauan selama setahun tentang pendekatannya untuk mencapai sasaran inflasi 2%.

Powell mengatakan, suku bunga rendah selama empat dekade terakhir kemungkinan dapat menarik tingkat kebijakan The Fed ke level nol jika terjadi resesi di masa depan, kondisi ini akan menyulitkan upaya bank sentral untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.

Langkah ini juga pada saatnya dapat membantu mengurangi angka ekspektasi inflasi, suatu kebijakan kuat yang disebut Powell sebagai pendorong inflasi aktual.

"Kami berupaya menemukan jalan agar target inflasi ini sifatnya kredibel, rata-rata inflasi 2% jauh lebih baik daripada inflasi 2% pada kondisi ekonomi baik namun merosot pada kondisi ekonomi yang memburuk," kata Powell dalam kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat AS, seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (27/2/2019).

The Fed sempat ditekan oleh sejumlah pertanyaan dari kongres terkait program untuk mencapai penerimaan kerja maksimal serta stabilisasi harga.

Kedua tujuan tersebut dapat dicapai secara maksimal dengan kebijakan bank sentral yang selalu menetapkan target inflasi tahunan sebesar 2%.

Bank sentral juga dikabarkan baru saja memulai peninjauan kerangka kerja kebijakan, kesimpulannya diharapkan dapat terbit pada paruh pertama tahun depan.

Sejumlah pejabat tinggi di Senat telah mengusulkan untuk mengganti target 2% dengan strategi yang berupaya untuk mencapai inflasi rata-rata 2% dari waktu-waktu.

Namun ini artinya The Fed harus melampaui 2% pada periode tertentu untuk menebus realisasi inflasi yang berada di bawah target.

Toomey menanggapi komentar Powell dengan sebuah peringatan.

"Saya mengerti masalah yang sedang Anda hadapi. Saya hanya akan mendesak bank sentral untuk sangat hati-hati dalam hal ini karena banyak alasan. Pada jangka waktu apa pun yang diputuskan Fed dimana [inflasi] akan melampaui target rata, apalagi dengan faktor tambahan jika mislanya pada periode tersebut stabilitas harga sedang terganggu," kata Toomey.

Powell membalas bahwa bank sentral menetapkan kebijakan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat agar tercapai keputusan terbaik untuk mengatasi masalah inflasi secara tepat sehingga The Fed dapat beroperasi sesuai mandat.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi as, Kebijakan The Fed

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup