Harga Perumahan di Singapura Dinilai Sulit untuk Rebound Tahun Ini

Harga perumahan di Singapura dinilai sulit untuk kembali meningkat dengan cepat setelah pemerintah setempat memberlakukan pembatasan properti pada pertengahan 2018.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  10:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga perumahan di Singapura dinilai sulit untuk kembali meningkat (rebound) dengan cepat setelah pemerintah setempat memberlakukan pembatasan properti pada pertengahan 2018.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Keuangan CapitaLand Ltd. Andrew Lim. Adapun, CapitaLand merupakan pengembang terbesar negara kota tersebut.

"Jika ada kenaikan 5% untuk harga rumah, saya rasa hal itu sudah cukup baik bagi pasar perumahan Singapura tahun ini," ujar Andrew Lim dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television, seperti dikutip Kamis, (21/2/2019).

Harga perumahan di Singapura mencatatkan penurunan pertama kali pada kuartal IV/2018 dalam 6 kuartal terakhir. Pada Juli, pemerintah Singapura memberlakukan bea materai yang lebih tinggi dan aturan loan to value (LT) yang lebih ketat untuk mencegah lonjakan permintaan secara tiba-tiba.

Adapun, kebangkitan sebelumnya telah ditandai oleh tawaran tanah yang agresif dari pengembang dan ledakan dalam penjualan en-bloc, di mana pemilik apartemen bersatu untuk menjual seluruh bangunan.

“Kami sepakat dengan ungkapan yang mengatakan bahwa kita tidak dapat berharap adanya kenaikan besar dalam waktu dekat,” ujar Lim.

Sementara itu, pada kuartal yang berakhir pada 31 Desember 2018 laba CapitaLand melonjak 71% ke level 475,7 juta dolar Singapura atau setara dengan US$351 juta. Peningkatan laba tersebut ditopang oleh penjualan aset dan revaluasi properti.

Adapun, saham CapitaLand menguat 1,2% pada perdagangan awal di bursa Singapura dan membuat kenaikan 10% sepanjang tahun ini.

Pada bulan lalu, CapitaLand setuju untuk mengakuisisi unit usaha Temasek, Ascendas Pte and Singbridge Pte. Hal itu pun memperkuat aset perseroan menjadi lebih dari 116 miliar dolar AS di 180 kota di 32 negara. Kesepakatan tersebut juga menambahkan pusat logistik dan bisnis taman ke dalam portofolio properti residensial, ritel, dan komersial.

“Ascendas akan membawa portofolio yang lebih beragam dan operasional yang unggul di sektor ekonomi. Ascendas sangat ahli di pasar yang CapitaLand tak terlalu kuat seperti di India, Australia, dan Korea,” tambah Lim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti singapura, ekonomi singapura

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top