Said Didu Sindir Jokowi soal Laba Pertamina Rp20 Triliun, Begini Komentar Pengamat

Said Didu kembali menyindir pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, kali ini mengenai data laba PT Pertamina (Persero).
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  11:53 WIB
Said Didu Sindir Jokowi soal Laba Pertamina Rp20 Triliun, Begini Komentar Pengamat
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke truk tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/12/2018). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA - Said Didu kembali menyindir pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, kali ini mengenai data laba PT Pertamina (Persero).

Pada Senin (11/2/2019) malam, Presiden Jokowi sempat menyebutkan bahwa laba perusahaan minyak dan gas milik negara itu bisa mencapai Rp20 triliun.  Namun, Jokowi  tidak menjelaskan keuntungan itu diperoleh pada tahun kapan.

Said Didu meragukan pernyataan Jokowi tersebut.  Dia ragu laba Pertamina bisa mencapai Rp20 triliun mengingat laba Pertamina pada triwulan III/2018 hanya mencapai Rp5 triliun.

"Beberapa hari lalu terdapat berita yang bersumber dari Bapak Presiden bahwa laba Pertamina 2018 Rp20 T.  Pertanyaan saya: 1) belum ada pengumuman laporan keuangan kok sudah ketahuan? 2) Apalah angka tersebut bukan "arahan"? 3) dari mana tambahan Rp15 T 3 bulan terakhir, karena laba triwulan III baru Rp5 T," tulis Said melalui akun Twitternya, Rabu (20/2/2019).

Menanggapi cuitan Said Didu itu, pengamat energi dan pertambangan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai tahun 2018 Pertamina menghadapi kondisi yang cukup berat. 

Dia memperkirakan Pertamina menanggung potential loss yang cukup besar tahun 2018 sebagai akibat kenaikan harga minyak dunia, sementara harga jual BBM dalam negeri tidak naik. 

"Bisa potential loss cukup tinggi meski tidak merugi.  Saya pernah hitung harga minyak US$80 per barel bisa Rp19 triliun potential loss," ujarnya ketika dihubungi Bisnis.com, Kamis (21/2/2019).

Di samping itu, menurut Fahmy, kondisi keuangan Pertamina juga diperberat dengan turunnya produksi hampir di semua blok migas milik Pertamina.  Dia berujar penurunan produksi di hulu juga mestinya menyebabkan penurunan laba.

"Melihat indikator-indikator tersebut, saya kira kalau laba Pertamina tiba-tiba naik drastis (dari kuartal III/2018), ini agak anomali," kata Fahmy. 

"Tapi saya tidak bisa pastikan karena laporan keuangannya belum ada."

Sebelumnya, Kementerian BUMN menyatakan laba Pertamina hingga akhir 2018 diperkirakan akan turun dibandingkan laba pada 2017. 

Menurut data Kementerian BUMN, Pertamina mengantongi laba bersih Rp35 triliun pada 2017.  Sedangkan hingga kuartal III/2018,  Kementerian BUMN mencatat laba bersih  Pertamina mencapai Rp5 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, pertamina, Pilpres 2019

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top