Penjualan Walmart Naik 4,2% Selama Libur Panjang

Realisasi penjualan Walmart Inc., korporasi ritel terbesar di dunia, memberikan angin segar terhadap sektor ritel Amerika Serikat.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  11:57 WIB
Penjualan Walmart Naik 4,2% Selama Libur Panjang
Walmart - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Realisasi penjualan Walmart Inc., korporasi ritel terbesar di dunia, memberikan angin segar terhadap sektor ritel Amerika Serikat.

Walmart menghapus kekhawatiran industri ritel yang sempat mencatatkan pertumbuhan mengecewakan pada Desember 2018 dan mempengaruhi proyeksi sektor industri ritel pada 2019.

Angka penjualan untuk toko-toko yang tersebar di penjuru Amerika Serikat (comparable sales) tumbuh 4,2% pada masa libur panjang termasuk perayaan Natal.

"Ini merupakan kuartal spektakuler bagi Walmart," ujar analis Moody's Charlie O'Shea, seperti dikutip oleh Bloomberg, Rabu (20/2/2019).

Pada saat yang sama saham Walmart melonjak mencapai 3,9% pada perdagangan Selasa (19/2), waktu setempat dengan kenaikan tertinggi selama hampir dua bulan.

Realisasi solid pada kuartal keempat tahun lalu memberikan harapan bagi sektor konsumer yang sudah terlanjur kecewa dengan angka penjualan perusahaan ritel lain yang mengalami penurunan.

Meskipun investor optimistis belanja masyarakat akan meningkat pada musim liburan, sejumlah perusahaan ritel besar memperingatkan penjualan akan mengalami pelemahan pada pertengahan Desember 2018 akibat promosi  Black Friday, tradisi belanja tahunan, dilakukan lebih cepat.

Angka yang dirilis Departemen Perdagangan AS pekan lalu menunjukkan penjualan ritel menurun 1,2% pada Desember tahun lalu dari bulan sebelumnya.

Penurunan yang cukup dalam sejak 2009 ini memicu pertanyaan dari beberapa analis apakah data pemerintah belum mencantumkan data penjualan daring.

Dengan peningkatan penjualan, saham Walmart naik 3,7% mencapai US$103,93 bahkan telah tumbuh 7,3% sepanjang tahun ini hingga penutupan pasar pada Jumat (15/2).

“Kami masih merasa cukup baik dengan [permintaan belanja] konsumen. Kami belum melihat banyak perubahan," ujar Chief Financial Officer Walmart Brett Biggs, seperti dikutip oleh Reuters, Rabu (20/2). 

“Data yang kami lihat masih terlihat cukup sehat. Harga minyak yang turun dari tahun ke tahun turut membantu," tambahnya.

Walmart mengharapkan comparable sales per tahun fiskal 2020 dapat tumbuh pada kisaran 2,5% - 3%, tanpa mencantumkan proyeksi pertumbuhan penjualan dari bahan bakar dan penjualan daring sebesar 35%.

Total pendapatan Walmart meningkat 1,9% menjadi US$138,8 miliar, mengalahkan perkiraan analis sebesar US$138,65 miliar.

Walmart telah mencatatkan pertumbuhan comparable sales di AS selama 18 kuartal atau 4 tahun berturut-turut dan tidak tertandingi oleh korporasi ritel lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
walmart

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top