Steve Censky: Negosiasi AS-China Mendapat Kemajuan

Diskusi perdagangan antara AS dan China mengalami kemajuan menjelang saat tenggat waktu gencatan perdagangan 1 Maret, menurut Wakil Menteri Pertanian AS Steve Censky.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  07:40 WIB
Steve Censky: Negosiasi AS-China Mendapat Kemajuan
Perang dagang AS China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Diskusi perdagangan antara AS dan China mengalami kemajuan menjelang saat tenggat waktu gencatan perdagangan 1 Maret, menurut Wakil Menteri Pertanian AS Steve Censky.

Sebuah tim dari kementerian menjadi bagian dari pembicaraan minggu lalu. Censky mengatakan kepada wartawan dalam konferensi industri di Schaumburg, Illinois, Senin (18/2/2019) bahwa pembicaraan tersebut berlangsung produktif.

Pertemuan tingkat tinggi di China sejauh ini hanya membuat sedikit kemajuan, menyisakan banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum Donald Trump dan Xi Jinping ingin menyegel kesepakatan pada pertemuan yang belum dijadwalkan.

Namun, Trump mengatakan dia bersedia menunda kenaikan tarif setelah tenggat waktu 1 Maret, asalkan ada gerakan menuju "kesepakatan nyata".

"Laju negosiasi semakin menunjukkan perkembangan mendekati 1 Maret," kata Censky. Dalam hal diskusi tentang perdagangan pertanian, minggu lalu, dia mengatakan AS dapat membuat beberapa kemajuan, menutup beberapa celah, tetapi masih ada banyak hal yang harus dilakukan.

China telah membeli kedelai AS dalam beberapa bulan terakhir di tengah gencatan senjata perdagangan sementara antara kedua negara. Tarif impor China pada pertanian AS melemahkan permintaan pada 2018. Censky menolak berkomentar apakah ada perjanjian bagi China membeli lebih banyak barang pertanian AS selama gencatan perdagangan.

"Tujuan kami dalam negosiasi, terkait pertanian, tidak hanya mendapatkan beberapa komitmen pembelian yang sangat kuat, tetapi untuk benar-benar mendapatkan reformasi struktural mendasar yang diperlukan dalam jangka panjang," katanya, seperti dikutip Bloomberg.

AS sedang mencari komitmen dari China untuk kan mengisi kuota tarif yang mereka janjikan untuk ditegakkan berdasarkan perjanjian Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Kuota tersebut berkaitan dengan pengiriman gandum, jagung dan beras.

AS telah mengatakan bahwa China terkadang tidak memenuhi komitmen ini, yang mencakup 9,64 juta ton gandum dan 7,2 juta ton jagung.

Departemen Pertanian juga ingin melihat bahwa China akan memiliki proses persetujuan bioteknologi yang betujuan agat China akan mematuhi standar internasional ketika menyangkut obat-obatan dan hormon hewan,” kata Censky.

"Saya tidak berpikir kita akan menyelesaikan semuanya pekan ini juga, tetapi jika kita dapat mempersempit perbedaan dan membuat kemajuan dan kita dapat melapor kepada presiden bahwa kita membuat kemajuan. Saya pikir itu akan positif, ”katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top