Infrastruktur Kerap Disebut Tidak Berguna, Moeldoko: Itu Keliru

Ada berita yang paradoks, dengan mudahnya berita dilempar. Padahal tidak sesuai dengan kenyataan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 11 Februari 2019  |  13:07 WIB
Infrastruktur Kerap Disebut Tidak Berguna, Moeldoko: Itu Keliru
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko (baju putih tengah).

Bisnis.com, JAKARTA — Apabila ada ucapan orang yang mengatakan pembangunan infrastruktur yang dibuat Presiden Joko Widodo tidak berguna, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko pastikan keliru. Pandangan tersebut perlu diluruskan.

Moeldoko mengatakan bahwa Jokowi selama pemerintahannya fokus memperbaiki sarana dan prasarana. Dibandingkan negara lain, ini masih sangat jauh tertinggal.

“Selama 4 tahun terakhir Indonesia telah membangun 784 kilometer tol. China dulu belajar Tol Jagorawi. Tapi sekarang China sudah membangun 280.000 kilometer jalan tol. Ini menyedihkan,” katanya di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Mantan Panglima TNI ini menjelaskan bahwa infrastruktur bukan hanya jalan tol. Contoh konkret Jokowi telah membangun 10 bandara dan memperbaiki yang mulai tidak layak.

Di daerah perbatasan, dulu tempatnya sangat memprihatinkan. Tapi sekarang sudah lebih baik. Ini karena perhatian Presiden dengan daerah terluar.

“Di Serawak daerah perbatasan tapi majunya luar biasa. Kita iri melihatnya. Kalau dulu kita foto ke sebelah tapi sekarang warga Malaysia yang suka ria foto ke kita,” jelasnya.

Penilaian keliru tersebut ungkap Moeldoko karena sebaran kabar bohong yang tak terbentung. Siapa saja bisa menyebar informasi tersebut orang yang tidak bertanggung jawab.

“Ada berita yang paradoks, dengan mudahnya berita dilempar. Padahal tidak sesuai dengan kenyataan. Pemerintah bekerja luar biasa, tapi dipatahkan oleh hembusan berita yang bohong, fitnah,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top