Jokowi Makin Bersemangat Didukung Purnawirawan TNI Polri, Netralitas Aparat Tetap Dijaga

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi mengaku menjadi semakin bersemangat setelah mendapatkan dukungan dari purnawirawan TNI-Polri. Namun Jokowi mengingatkan netralitas aparat TNI-Polri harus tetap dijaga. 
Newswire | 11 Februari 2019 10:25 WIB
Sejumlah purnawirawan menyampaikan deklarasi secara simbolis untuk mendukung pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin dihadapan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo di JI Expo,Kemayoran Jakarta, Ahad, 10 Februari 2019. Deklarasi dibacakan oleh Laksamana (Purnawirawan) Arief Koeshariadi yang merupakan mantan KASAL periode 1996 - 1998. ANTARA/Wahyu Putro A - nz.

Bisnis.com, JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi mengaku menjadi semakin bersemangat dalam kontestasi Pemilihan Presiden yang siap diselenggarakan pada 17 April 2019, setelah mendapatkan dukungan dari purnawirawan TNI Polri yang dideklarasikan Minggu (10/2/2019).

Meski demikian, Jokowi mengingatkan bahwa netralitas aparat TNI Polri harus tetap dijaga agar pelaksanaan Pemilu 2019 bisa berjalan  aman dan lancar. 

Jokowi menghadiri langsung acara deklarasi dukungan dari purnawirawan TNI-Polri, yang tergabung dalam jejaring komunitas CAKRA19. Jokowi mengaku merasa tersanjung dengan adanya dukungan yang sebagian merupakan para mantan petinggi TNI-Polri itu.

"Ini adalah dukungan yang memberikan semangat pada kami berdua, untuk bekerja lebih baik lagi," kata Jokowi saat memberi sambutan, di acara yang digelar di Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, Ahad 10 Februari 2019.

Sekitar seribuan purnawirawan tampak hadir dengan seragam putih kompak. Seragam itu bertuliskan dukungan terhadap pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin, di Pemilihan Presiden 2019.

Tampak hadir sejumlah purnawirawan TNI-Polri yang saat ini dalam dalam kabinet kerja Jokowi, seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Wiranto, juga Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko.

Sebelum Jokowi hadir, Luhut sempat memberikan presentasi kinerja pemerintahan selama empat tahun terakhir. Mulai dari infrastruktur, ekonomi, hingga terkait keamanan negara.

Luhut menegaskan selama ini pemerintah telah bekerja keras untuk memajukan Indonesia. Ia menjamin, karena berada dalam pemerintahan dan ikut terlibat di dalam pengambilan keputusannya. "Tak mungkin kami mengkhianati sumpah yang kami ambil saat kita jadi perwira," kata Luhut.

Deklarasi itu dibacakan oleh Laksamana (Purnawirawan) Arief Koeshariadi yang merupakan mantan KASAL periode 1996 - 1998. Bersama Arief, tampak ikut di atas panggung adalah eks Wakil Panglima TNI Jenderal (purnawirawan) Fachrul Razi, hingga eks Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal (purnawirawan) Subagyo Hadi Siswoyo.

Dari Polri, diikuti oleh tiga mantan Kapolri yakni Jenderal (purnawirawan) Dai Bachtiar, Jenderal (purnawirawan) Rusman Hadi, dan Jenderal (purnawirawan) Surojo Bimantoro.

Dalam deklarasi itu, Arief membacakan bahwa purnawirawan TNI-Polri mendukung sosok pimpinan tauladan bersih, jujur, kerja nyata, merakyat, dan memiliki komitmen kuat untuk membangun Indonesia. "Sosok ini tercermin pada bapak Ir Joko Widodo (Jokowi) yang sudah terbukti selama empat tahun memimpin RI yang kita cintai bersama," kata Arief.

Tegaskan Netralitas Aparat

Jokowi yang pernah menjabat Walikota Solo dan Gubernur DKI ini menjamin, adanya deklarasi ini tak akan mempengaruhi netralitas TNI-Polri secara keseluruhan. "Yang namanya TNI dan Polri itu harus netral. Tapi, yang hadir di sini adalah para purnawirawan TNI-Polri, tolong dibedakan," ujar Jokowi usai menghadiri deklarasi di Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, Ahad, 10 Februari 2019.

Jokowi mengatakan merasa bangga dan semakin bersemangat setelah adanya deklarasi ini. Apalagi dari nama-nama yang ikut mendukung, terdapat beberapa mantan petinggi di dua lembaga pertahanan dan keamanan negara itu.

Beberapa di antaranya adalah Laksamana (Purnawirawan) Arief Koeshariadi yang merupakan mantan KASAL periode 1996 - 1998. Selain Arief, ada pula eks Wakil Panglima TNI Jenderal (purnawirawan) Fachrul Razi, hingga eks Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal (purnawirawan) Subagyo Hadi Siswoyo.

Dari Polri, nama tiga mantan Kapolri juga ikut dalam acara tersebut. Mereka adalah Jenderal (purnawirawan) Dai Bachtiar, Jenderal (purnawirawan) Rusman Hadi, dan Jenderal (purnawirawan) Surojo Bimantoro. "Beliau-beliau ini biasanya menjadi tokoh-tokoh yang mempengaruhi di wilayah, kabupaten, kota, ataupun provinsi," kata Jokowi.

Sekitar dua bulan menjelang Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019, pasangan Jokowi - Ma'ruf memang sedang mendapat banyak deklarasi dukungan. Belakang dukungan muncul dari alumni-alumni sejumlah lembaga pendidikan. "Ini juga alumni TNI-Polri.... Dukungan ini memberikan semangat besar pada Jokowi dan Ma'ruf Amin," kata Jokowi.

Sumber : Tempo

Tag : jokowi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top