WNI di New York Tunggu Pendaftaran Pemilih Luar Negeri

Permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak hanya terjadi pada masyarat Indonesia di dalam negeri, tetapi menjadi isu pula terhadap warga negara Indonesia di manca negara.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 10 Februari 2019  |  15:17 WIB
WNI di New York Tunggu Pendaftaran Pemilih Luar Negeri
/TKN

Bisnis.com, JAKARTA--Permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak hanya terjadi pada masyarat Indonesia di dalam negeri, tetapi menjadi isu pula terhadap warga negara Indonesia di manca negara.

Hal ini terungkap dalam tatap muka TKN dengan relawan Joko Widodo - KH. Ma’ruf Amin di New York, Amerika Serikat.

Rombongan TKN yang terdiri dari Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, aktris legendaris Christine Hakim dan Lathifa Al Anshori, Wakil Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan.

Perwakilan-perwakilan Erick Thohir tersebut disambut hangat oleh puluhan relawan yang bergotong-royong untuk memenangkan paslon 01.

Dalam diskusi yang berlangsung selama tiga jam tersebut, seorang pemilih mengutarakan permasalahan yang saat ini dihadapi pemilih Indonesia di luar negeri, yaitu belum dibukanya lagi pendaftaran penambahan pemilih ke DPT-LN.

“Kami berharap segera dibuka kembali karena kami tidak ingin kehilangan suara. Kami berharap KPU tegas. Katanya Februari akan dibuka. Kok belum?” ungkap Mahdalia Elva, seorang WNI yang tinggal hampir dua dekade di Amerika Serikat.

Perlu diketahui, dari dua juta lebih orang Indonesia yang mendapatkan hak pilih di luar negeri, 52% mereka adalah perempuan.

“Sangat disayangkan apabila perempuan Indonesia akhirnya tidak bisa mencoblos hanya karena KPU melalui PPLN kurang telaten mendata penduduk Indonesia di luar negeri. Memang tidak mudah, tetapi jangan sampai suara masyarakat Indonesia di belahan dunia manapun dibungkam oleh sistem pemilu yang tidak dikelola dengan maksimal. Kami berharap KPU segera mengumumkan tanggal kapan tepatnya masa perbaikan DPT-LN dibuka lagi agar WNI di luar negeri tidak gelisah,” ujar Lathifa yang juga politisi Partai NasDem ini.

Sebagai Christine Hakim menilai semangat militansi warga Indonesia di New York ini perlu ditiru oleh relawan-relawan di dalam negeri.

Acara yang berlangsung selama lebih dari tiga jam ini dimulai dengan santapan kuliner Indonesia dan diakhir dengan sesi foto bersama.

Terselenggaranya tatap muka di Marmara Park Avenue Manhattan tidak lepas dari kecintaan orang- orang Indonesa di New York terhadap Bapak Joko Widodo. Pada 2014 lalu, Joko Widodo - Jusuf Kalla menang telak di TPS PTRI New York City.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wni, Pilpres 2019

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top