KBBI V Braille Kini Tersedia di Perpustakaan Nasional

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan satu set Kamus Besar Bahasa Indonesia V Braille dan satu jilid Sejarah KBBI kepada Perpustakaan Nasional.
Denis Riantiza Meilanova | 06 Februari 2019 20:35 WIB
Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan satu set Kamus Besar Bahasa Indonesia V Braille dan satu jilid Sejarah KBBI kepada Perpustakaan Nasional.

Kepala Badan Bahasa Dadang Sunendar mengatakan Badan Bahasa dan Perpusnas memiliki visi dan misi yang sama, yaitu mencerdaskan anak bangsa melalui bahan literasi.

Dia berharap masyarakat yang membutuhkan KBBI V Braille dapat memanfaatkan kamus ini dengan baik. Hal ini ia sampaikan saat acara serah terima KBBI V Braille di Gedung Badan Bahasa, Jakarta.

“Adalah tugas kita bersama untuk mencerdaskan anak bangsa. Saya pikir Badan Bahasa dan Perpusnas memiliki visi dan misi yang sama dan kita harus bersinergi untuk mewujudkan visi dan misi itu,” ujar Dadang dikutip dari laman resmi Kemendikbud, Rabu (6/2/2019).

Direktur Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengaku senang dengan kegiatan serah terima KBBI V Braille. Dia berharap, ke depan lembaga yang dipimpinnya mampu memfasilitasi masyarakat disabilitas dengan audio dan ruang baca ramah disabilitas.

“Saya sangat berterima kasih Badan Bahasa telah mengundang kami untuk hadir dalam acara serah terima ini. Sebetulnya, kami di Perpusnas sudah memiliki ruang, tetapi tidak memiliki bahan baca yang cukup, terutama untuk kaum disabilitas netra. Tugas kita adalah sama, yaitu sama-sama mencerdaskan anak bangsa. Melalui sinergi inilah kita dapat mewujudkan itu semua,” kata Syarif.

Penyerahan satu set KBBI V Braille tersebut bertujuan untuk menyebarluaskan KBBI Braille yang telah diluncurkan dalam Kongres Bahasa Indonesia XI pada 28 Oktober 2018 di Jakarta. Pencetakan KBBI Braille merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) “Abiyoso”, Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Penyusunan KBBI Braille diperuntukkan bagi penyandang disabilitas netra. KBBI Braille disusun demi mewujudkan keadilan dan kesamarataan informasi untuk semua kalangan masyarakat, yang sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Alih huruf menjadi KBBI Braille dilakukan dengan melibatkan penyandang disabilitas netra langsung sebagai pengguna kamus. Setelah pengalihan huruf ke huruf Braille selesai dan dicetak, dilaksanakan penyuntingan oleh penyandang disabilitas netra untuk menghindari kesalahan penulisan, keterbacaan, dan sebagainya.

Setelah itu, KBBI Braille dicetak dan dijilid secara khusus. Dalam setiap jilidnya, KBBI Braille berisi 50 lembar kertas khusus cetakan Braille. Secara keseluruhan, KBBI Braille terbagi menjadi 139 jilid, yang setiap jilidnya terdiri atas bagian depan kamus yang berisi petunjuk pemakaian, bagian batang tubuh berupa entri kamus dari A—Z, dan bagian belakang yang berisi lampiran.

Dari segi isi, KBBI Braille tidak berbeda dari KBBI V. Keberadaan KBBI Braille diharapkan dapat menjadi sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama para penyandang disabilitas netra.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top