UUD 45 Kehilangan Roh Pancasila setelah Diamandemen 2002

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki mengatakan bahwa akibat amendemen Undang-Undang Dasara UUD 1945 (UUD 45) pada tahun 2002  maka Pancasila telah berubah menjadi 'roh gentayangan dan genderuwo politik'.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 Februari 2019  |  14:56 WIB
UUD 45 Kehilangan Roh Pancasila setelah Diamandemen 2002
Tiga mantan pimpinan KPK Zulkarnain (kiri), Taufiequrachman Ruki (tengah), dan Erry Riyana Hardjapamekas memberi keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA—Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki mengatakan bahwa akibat amendemen Undang-Undang Dasara UUD 1945 (UUD 45) pada tahun 2002  maka Pancasila telah berubah menjadi 'roh gentayangan dan genderuwo politik'.

Pernyataan itu disampaikan Ruki dalam acara diskusi Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI) bertema Penyampaian Aspirasi: Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945 di Kompleks Parlemen, Rabu (6/2/2019).

Menurutnya, ada pasal baru yang secara terang-terangan bertentangan dengan nilai-nilai dan makna pancasila akibat amendemen tersebut. Karena itu Pancasila menjadi tidak ada manfaatnya.

“Pancasila kita sudah menjadi roh gentayangan dan genderuwo politik," katanya.

Dia juga mengatakan, Pancasila saat ini sudah menjadi salah satu dari 4 Pilar Kebangsaan. Untuk itu, sebagai pilar maka Pancasila saat ini tidak ada fungsinya.

Ruki mengungkapkan, bahwa UUD 45 yang menjadi prinsip acuan pilar negara dalam pemerintahan sudah dibongkar pada tahun 2002. Menurutnya, UUD 45 sekarang ini sudah menjadi UUD 45 yang palsu kalau mau jujur.

“UUD yang dibuat pada tahun 2002 dengan mengamandemen UUD 45 sudah hilang jiwanya, kehilangan spirit, kehilangan semangatnya,” katanya.

Dirinya juga menyoroti banyaknya orang yang mengaku sebagai yang paling pancasilais, tetapi dia sendiri tak paham makna pancasila itu sendiri.

Bahkan dalam dunia politik banyak yang mengaku Pancasilais dan selain mereka adalah anti NKRI, katanya. Dia pun mempertanyakan kepada kelompok-kelompok yang mudah melempar tudingan tersebut. 

"Pancasila yang mana?, yang mereka maksudkan. Pahamkah mereka yang mengaku Pancasilais itu?," tanya Inspektur Jenderal Polisi itu.

Ruki kemudian menegaskan bahwa sejak UUD 1945 diamandemen sampai tahun 2002, Pancasila sudah tidak lagi menjadi dasar falsafah negara. Selain itu, Pancasila tidak lagi menjadi sumber kebijakan pemerintahan serta pengelola negara.

“Pancasila sudah dinyatakan hanya sebagai salah satu empat pilar kebangsaan. Bahkan, kalau mau jujur, sesungguhnya tidak ada fungsinya," ujarnya.

Karenanya, dia mengkritik amandemen UUD, yang menurutnya justru telah membuat UUD 1945 kehilangan roh sebagaimana yang diharapkan para pahlawan pendiri bangsa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uud 1945, amandemen

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top