Wali Kota Semarang Klarifikasi Soal 'Jangan Gunakan Tol'

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akhirnya memberikan respons terkait kontroversi pernyataannya terkait jalan tol.
Jaffry Prabu Prakoso | 04 Februari 2019 20:16 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (tanda tangan). - Bisnis/ Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, JAKARTA – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akhirnya memberikan respons terkait kontroversi pernyataannya terkait jalan tol.

Langkah ini diambil karena dalam dua hari terakhir pernyataannya ditanggapi banyak pihak. Diapun senang responnya beragam

Pria yang akrab disapa Hendi ini mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur, salah satunya jalan tol dibutuhkan masyarakat. Pernyataan yang dilontarkannya ini sebagai pengantar jelang debat kedua pilpres pada 17 Februari 2019. Salah satunya yang akan membahas yaitu infrastruktur.

Hendi mengaku bahwa perkataannya yang boleh menggunakan jalan tol Semarang hanyalah pendukung Joko Widodo adalah sebagai candaan.

Apalagi, Presiden saat kampanye di Ibu Kota Jawa Tengah menegaskan bahwa pembangunan jalan tol yang dilakukannya adalah untuk seluruh masyarakat.

“Jadi suka tidak suka sama Pak Jokowi, semua pakai jalan tol kan? Gitu saja cukup, dipahami sendiri-sendiri saja," katanya melalui keterangan pers yang diterima Bisnis.com, Senin (4/2/2019).

Hendi sengaja tidak mau melakukan klarifikasi sejak ucapannya ramai dibicarakan publik. Ini dilakukannya agar tidak memancing respons masyarakat.

“Akhirnya kan diakui sendiri kalau pembangunan jalan tol itu untuk seluruh masyarakat, berarti kan pembangunannya dirasakan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Hendi mempersilahkan semua pihak yang ingin berkomentar terkait cadaannya yang bernada sarkas tersebut.

“Mau komentar apa monggo, mau maki-maki saya silahkan. Itu kan berarti omongan saya di-notice. Justru bagus, daripada terus ngotot kalau bangun jalan tol bukan untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya Hendrar meminta masyarakat untuk jangan menggunakan jalan tol jika tidak mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top