Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menko Luhut: Pembangunan Infrastruktur Maritim Dorong Industri Lokal di Daerah Terpencil

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengatakan upaya cepat pemerintah dalam membangun sejumlah pelabuhan laut di Indonesia telah berbuah hasil telah membawakan dampak yang positif.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  08:48 WIB
Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6). - Antara/Sigid Kurniawan
Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengatakan upaya cepat pemerintah dalam membangun sejumlah pelabuhan laut di Indonesia telah berbuah hasil telah membawakan dampak yang positif.

Selain menurunkan biaya pengiriman (shipping cost) hingga 15 - 20% dari Jawa ke wilayah daerah terpencil lainnya, hal ini juga mendorong perkembangan kawasan industri terpadu untuk mendorong pertumbuhan daerah.

Luhut mencontohkan Taman Industri Morowali Indonesia (IMIP) di Sulawesi Tengah yang merupakan hasil joint venture antara Tionghoa dan Indonesia tersebut tak hanya memiliki misi yang sejalan dengan ambisi pemerintah untuk memacu industri hilir yang bernilai tambah melalui pemrosesan nikel menjadi stainless baterai baja dan lithium, tetapi juga siap menjadi salah satu "5 kawasan industri terbaik di dunia".

Dalam hal pembiayaan untuk perluasan dan modernisasi infrastruktur pelabuhan yang digunakan untuk mengirimkan komoditas olahan, Luhut mengaitkan hal ini dengan proyek pengembangan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta.

“Model pembiayaan LRT dapat diimplementasikan untuk proyek infrastruktur lain di Indonesia karena pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pembiayaan dari APBN saja. Anggaran negara yang dikeluarkan untuk proyek infrastruktur ini hanya sebesar 20%, dan sisanya berasal dari konsorsium perbankan." Demikian menurut siaran persnya.

Luhut juga menyebutkan bahwa perusahaan asing memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung ambisi Indonesia untuk menjadi pusat maritimdunia asalkan mereka mau melakukanknowledge-transfer di perusahaan selama empat tahun dan mematuhi persyaratan lingkungan.

Hal itu disampaikan Luhut dalam wawancara yang dilakukan oleh tim Oxford Business Group (OBG) dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan. Dalam wawancara itu kemajuan pemerintahan Jokowi dalam mengembangkan dan memodernisasi infrastruktur maritim dalam rangka mendorong perkembangan daerah-daerah terpencil di Indonesia merupakan salah satu topik utama yang dibahas.

The Report: Indonesia 2019 merupakan sebuah panduan penting dalam memahami beragam sektor di Indonesia seperti makroekonomi, infrastruktur, perbankan, dan perkembangan sektor lainnya.

Laporan tersebut juga mencakup panduan per sektor yang rinci untuk para investor dan dilengkapi dengan wawasan yang diberikan oleh tokoh-tokoh ternama seperti Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo,Presiden Direktur Bank Negara Indonesia Achmad Baiquni, Kepala Dewan Komisioner Otoritas Jasa KeuanganWimboh Santoso, Menteri Perdagangan Airlangga Hartarto, CEO GO-JEK Nadiem Makarim, CEO Traveloka Ferry Unardi,  dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong. Selain itu, The Report: Indonesia 2019 juga menghadirkan laporan khusus mengenai ekspansi industri Fintech.

The Report: Indonesia 2019 akan dipublikasikan dan merupakan hasil kolaborasi dengan BKPM, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), PwC dan Lubis, Santosa & Maramis. Tersedia dalam bentuk cetak dan online.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top