Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump Sepakat Akhiri 'Shutdown' Selama Tiga Pekan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepakat mengakhiri penutupan parsial pemerintahan (government shutdown) yang sudah berlangsung selama 35 hari. Dia setuju membuka kembali pemerintahan tanpa jaminan kepastian mendapat dana untuk pembangunan tembok perbatasan AS - Meksiko.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 26 Januari 2019  |  12:31 WIB
Ilustrasi - Reuters/Joshua Roberts
Ilustrasi - Reuters/Joshua Roberts

Bisnis.com, JAKARTA-- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepakat mengakhiri penutupan parsial pemerintahan (government shutdown) yang sudah berlangsung selama 35 hari. Dia setuju membuka kembali pemerintahan tanpa jaminan kepastian mendapat dana untuk pembangunan tembok perbatasan AS - Meksiko.

Namun kesepakatan itu hanya berlaku sementara waktu, yakni hingga tiga pekan ke depan.

Dilansir Bloomberg, Sabtu (26/1/2019), berdasarkan kesepakatan yang dicapai Jumat kemarin, Trump akan menandatangani rancangan undang-undang (RUU) rencana anggaran jangka pendek yang berlaku hingga 15 Februari dan Kongres AS akan segera mulai menegosiasikan undang-undang keamanan perbatasan.

Senat AS menyetujui kesepakatan pada pemungutan suara tak lama setelah pernyataan Trump, dan DPR AS akan segera menindaklanjutinya.

Trump pun mengancam jika kesepakatan akhir tidak memasukkan dana untuk pembangunan tembok, ia akan menutup pemerintahan lagi atau menyatakan keadaan darurat nasional yang menurutnya akan memungkinkannya untuk memulai pembangunan tembok tanpa persetujuan Kongres.

"Kami benar-benar tidak punya pilihan selain membangun tembok atau penghalang baja yang kuat," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih Rose Garden. "Jika kita tidak mendapatkan kesepakatan yang adil dari Kongres, pemerintah akan ditutup kembali pada 15 Februari atau saya akan menggunakan kekuatan yang diberikan kepada saya berdasarkan undang-undang dan Konstitusi Amerika Serikat untuk mengatasi keadaan darurat ini."

Juru bicara DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi mengatakan bahwa komite konferensi DPR-Senat akan menarik pandangan semua orang tentang cara terbaik untuk melindungi perbatasan. Sementara Pemimpin Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer mengatakan, akan bekerja keras mencoba menemukan beberapa kesepakatan tentang keamanan perbatasan yang dapat diterima semua pihak.

Sementara itu, Trump mengatakan dia akan memastikan bahwa sekitar 800.000 pekerja federal yang belum dibayar sejak penutupan dimulai 22 Desember akan menerima kembali upah dengan cepat.

Adapun negosiasi di Senat dimulai kembali pada Kamis setelah majelis menolak rencana Trump dan Demokrat untuk mendanai pemerintah. Trump bersikeras menolak untuk mengakhiri government shutdown sampai ia menerima US$5,7 miliar untuk membangun tembok perbatasan, dan Demokrat menolak untuk bernegosiasi dengannya mengenai pendanaan tembok selama government shutdown terus berlanjut.

Kesepakatan pendanaan sementara muncul pada Kamis dalam pertemuan antara Schumer dan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell. McConnell mengatakan perlu ada uang muka untuk pembangunan tembok, namun syarat ini ditolak oleh Schumer.

Schumer kemudian menyarankan langkah pendanaan jangka pendek untuk membuka kembali pemerintah yang diikuti oleh komite konferensi DPR-Senat tentang RUU pendanaan yang akan fokus pada keamanan perbatasan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

shutdown
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top