Perangi Hoaks, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia akan Sambangi Partai Politik

Anita berharap roadshow Mafindo sanggup menjadi pengingat untuk para parpol agar sanggup menjaga komitmen memerangi hoaks sampai ke kalangan simpatisan akar rumput (grassroot).
Aziz Rahardyan | 09 Januari 2019 14:27 WIB
Mafindo yang diketuai putri ketiga Gus Dur, Anita Wahid berkunjung ke PSI, Rabu (9/1/2019) - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA — Komunitas yang bergerak dalam upaya memerangi hoaks, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengungkapkan rencananya berkeliling ke seluruh partai politik (parpol) yang ada di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Ketua Mafindo, Anita Hayatunnufus Wahid dalam kunjungannya ke kantor DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rabu (9/1/2019). Kali PSI menjadi partai yang Mafindo kunjungi setelah sebelumnya sempat mengunjungi NasDem, Garuda, dan PDI Perjuangan.

"Kalau dari Mafindo sendiri memang mengadakan program kami roadshow ke semua parpol peserta pemilu dan sebenarnya kami harapkan adanya roadshow ini, parpol peserta pemilu tidak menggunakan hoaks sebagai senjata dalam kontestasi politik," ungkap wanita yang merupakan putri ketiga Gus Dur ini.

Anita berharap roadshow Mafindo sanggup menjadi pengingat untuk para parpol agar sanggup menjaga komitmen memerangi hoaks sampai ke kalangan simpatisan akar rumput (grassroot).

"Petinggi partai bilang nggak mau pakai hoaks, tapi kan di bawah masih banyak sekali [yang menggunakan atau menyebar hoaks]. Dengan begitu, petinggi partai mau tegas menindak simpatisannya yang memakai hoaks dalam politik ini [sungguh] bermartabat. Jadi lebih sehat, tidak pakai fitnah demokrasi," tambahnya.

Selain itu, acara roadshow Mafindo ke parpol ini diharapkan bisa memberikan pencerahan bahwa dalam Pemilu 2019 ini, memproduksi hoaks tidak lagi efektif menurunkan elektabilitas lawan.

Anita menilai hoaks justru bisa menurunkan citra parpol itu sendiri dan menjauhkan pemilih mengambang (swing voters) untuk memilih parpol tersebut.

"Memang masing-masing kandidat sudah memiliki kelompok loyalnya masing-masing, [tapi] yang membuat hoaks dan menikmati hoaks tersebut hanya kelompok loyalnya saja. Tidak berpengaruh pada kelompok lain untuk meng-convert, membuat mereka jadi pindah dari pilihannya [semula]," jelas Anita.

"Jadi kami dari Mafindo mengajak untuk berhenti membuat hoaks. Lebih baik memikirkan pakai cara-cara yang positif, baik yang efektif tapi juga membangun," tambahnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni dalam kesempatan yang sama. Menurut Toni, pesan dan imbauan kedua pasang calon Presiden-Wakil Presiden beserta para elit parpol untuk memerangi hoaks, seharusnya didorong lebih kuat agar sampai ke kalangan simpatisan dan relawan di bawahnya.

"Pak Jokowi sudah clear [memerangi hoaks], dan Pak Prabowo juga. Tapi bagaimana kemudian pengikut di bawah ini mengamini, atau mengkuti, mengimplementasikan yang dikatakan oleh dua pemimpin kita ini. Kalau sama-sama tidak melempar hoaks, kita akan punya presiden yang baik," ungkap Toni.

Tag : bohong, hoax
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top