Festival Janadriyah: Paviliun Indonesia Dibanjiri Pengunjung

Paviliun Indonesia di Festival Janadriyah Ke-33 di Riyadh, Arab Saudi, dipadati pengunjung. Mereka tertarik untuk mengenal budaya Indonesia. Indonesia menjadi tamu kehormatan pada festival yang digelar sejak 20 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019 ini.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  19:49 WIB
Festival Janadriyah: Paviliun Indonesia Dibanjiri Pengunjung
Ilustrasi - arabnews.com/spa

Bisnis.com, JAKARTA--Paviliun Indonesia di Festival Janadriyah Ke-33 di Riyadh, Arab Saudi, dipadati pengunjung. Mereka tertarik untuk mengenal budaya Indonesia. Indonesia menjadi tamu kehormatan pada festival yang digelar sejak 20 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019 ini.

Beberapa budaya yang ditampilkan di paviliun antara lain pembuatan keramik, pembuatan tenun Lombok, kerajinan Sulam Tapis dari Lampung, batik tulis Yogyakarta, pembuatan sketsa wajah, ramuan jamu, dan permainan tradisional.

Kemudian di panggung pertunjukan antara lain ditampilkan Tari Saman, Tari Zapin, Rampak Gendang, dan Dangdut Thillung dari Yogyakarta.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Atdikbud KBRI) di Riyadh, Ahmad Ubaedillah mengatakan, kehadiran Indonesia sebagai tamu kehormatan Festival Janadriyah Ke-33 tergolong sukses.

Hal tersebut terbukti dari banyaknya pengunjung yang memadati Paviliun Indonesia maupun yang menonton pertunjukan seni di panggung luar paviliun.

"Ini sangat sukses, ya. Bisa saya katakan secara subjektif kalau ini lebih ramai dibanding [Festival Janadriyah] tahun lalu. Ini kalau malam Jumat, malam Sabtu, weekend orang Saudi ini menjadi yang dinanti. Penuh. Bahkan paviliun kita ini ditunggu-tunggu. Sebelum buka saja mereka sudah menunggu penampilan dari performer kita. Luar biasa mereka antusiasnya," ujar Ahmad, dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (8/1/2019).

Dia menuturkan kesempatan menjadi tamu kehormatan di Festival Janadriyah merupakan hal luar biasa, apalagi Indonesia hanya memiliki persiapan sangat singkat, yakni sekitar 1 bulan. Indonesia ditunjuk sebagai tamu kehormatan dalam festival ini melalui Dekrit Raja Salman pada September 2018.

Tema yang diangkat Indonesia adalah Unity in Diversity for Strengthening Moderation and Global Peace.  Ini adalah pertama kalinya Indonesia menjadi tamu kehormatan (guest of Honor/dhoif al-syarof) di Festival Janadriyah.

Sebelumnya, Rusia, Prancis, Jepang, Jerman, hingga India, pernah diberi kesempatan sebagai tamu kehormatan. Paviliun Indonesia di Festival Janadriyah memamerkan kekayaan budaya dan sejarah dalam area seluas 2.500 meter persegi.

Kegiatan di Paviliun Indonesia beragam. Untuk anak-anak bisa mencoba permainan tradisional Indonesia di stan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).

Di stan SILN ini pengunjung bisa memainkan gasing dan congklak. Anak-anak juga bisa dilukis wajahnya oleh seniman face painting dari Indonesia.

Lalu bagi yang bersabar antre bisa juga meminta wajahnya dilukis oleh seniman sketsa. Stan lukis sketsa wajah ini menjadi salah satu stan favorit di Festival Janadriyah. Stan lain yang dipadati pengunjung adalah stan jamu dan pembuatan keramik.

Selain itu, Indonesia mengenalkan Batik Tulis khas Yogyakarta dan Batik Rajah dari Magelang. Di stan Batik Rajah, pengunjung bisa mendapatkan kaligrafi namanya yang dibuat dengan seni batik tulis di atas sehelai kain katun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
paviliun indonesia, festival

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top