Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Ciracas: Ini Peran Lima Pengeroyok TNI. Satu Dalam Pengaruh Alkohol

"Untuk tersangka pengeroyok yang terpengaruh alkohol memang ada satu, berinisial I. Lainnya sesuai pemeriksaan kesehatan dalam kondisi normal," ungkap Roycke.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 14 Desember 2018  |  16:53 WIB
Petugas memperbaiki Kantor Polsek Ciracas yang dirusak dan dibakar massa, Kamis (13/12/2018). - Antara/Reno Esnir
Petugas memperbaiki Kantor Polsek Ciracas yang dirusak dan dibakar massa, Kamis (13/12/2018). - Antara/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA - Satu dari lima tukang parkir yang resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan anggota TNI di Cibubur terbukti dalam keadaan tak sadar.

Hal ini diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Roycke Harry Langie, Jumat (14/12/2018).

"Untuk tersangka pengeroyok yang terpengaruh alkohol memang ada satu, berinisial I. Lainnya sesuai pemeriksaan kesehatan dalam kondisi normal," ungkap Roycke.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan sebenarnya cekcok bermula ketika kepala anggota TNI AL Kapten Komarudin yang sedang mengecek kondisi motornya terkena setang motor yang dipindahkan juru parkir berinisial HP.

"Teman-temannya dari HP ini melihat dan dia mau membantu di situ. Saat terjadi cekcok muncul lah orang berpakaian preman mengaku sebagai paspampres, Pratu Rivo yang mau melerai, tapi dia kena pukulan dan didorong juga," jelas Argo.

Argo menjelaskan tersangka HP berperan memegang tangan korban dari belakang, sedangkan AP mendorong korban di bagian dada, dan D menarik korban Kapten Komarudin untuk tujuan menahan dan memukul korban kedua, anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Pratu Rivonanda.

"Lalu IH sama. Melakukan pemukulan saat dilerai itu, dia memukul dan mendorong. Tersangka kelima, SR perempuan 25 tahun juga sama, memukul korban," jelas Argo.

Atas perbuatannya, para pelaku pengeroyokan akan dijerat Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal penjara lima tahun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni ciracas polsek
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top