Mengintip Visi Misi Prabowo-Sandi di Hari HAM Sedunia

Tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-Dunia. Di sisi lain, Indonesian Legal Roundtable (ILR) mencatat tidak satupun dari semua peserta Pilpres 2019 yang spesifik memprioritaskan HAM sebagai salah satu strategi kebijakan publik yang strategis di masa mendatang.
Jaffry Prabu Prakoso | 10 Desember 2018 21:53 WIB
Tim pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno memperkenalkan seragam baru berupa rompi berbahan jins - Instagram@Dahnil_Anzar_ Simanjuntak

Bisnis.com, JAKARTA – Tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-Dunia. Di sisi lain, Indonesian Legal Roundtable (ILR) mencatat tidak satupun dari semua peserta Pilpres 2019 yang spesifik memprioritaskan HAM sebagai salah satu strategi kebijakan publik yang strategis di masa mendatang.

Pada 2012, indeks negara hukum Indonesia berada adalah sebesar 5,74. Namun, angkanya turun menjadi 5,4 setahun kemudian dan pada akhir masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono anjlok ke posisi 4,15.

Pada tahun pertama pemerintahan Joko Widodo, indeks HAM makin turun menjadi 3,82. Tetapi, pada 2017, angkanya berhasil naik menjadi 4,51 setelah berbagai perbaikan oleh pemerintah. 

Oleh karena itu, untuk bisa meningkatkan kembali indeks HAM Indonesia, dibutuhkan keseriusan calon presiden dan calon wakil presiden dalam melindungi warga negara.

Berdasarkan visi misi Prabowo Subianto yang ditelusuri Bisnis.com, Senin (10/12/2018), tidak ditemukan kata asasi atau HAM dalam program empat pilar menyejahterakan Indonesia.

Bisnis.com pun mencoba melacak kata hak dalam setiap visi misi pasangan nomor urut 02 ini. Hasilnya, ada delapan target yang ditemukan.

Misi pertama ada pada program aksi bidang ekonomi. Prabowo-Sandi akan menyediakan transportasi publik murah bagi buruh pekerja dan rakyat tidak mampu.

“Memberikan kepastian hukum untuk kendaraan roda dua sebagai transportasi umum serta menjamin hak berserikat bagi pengemudi ojek online dan taksi online yang bermitra dengan perusahaan aplikasi, termasuk hak atas perjanjian kerja bersama yang adil dan berkekuatan hukum,” demikian seperti yang tertuang dalam visi misi yang dikutip Bisnis.com.

Kata hak kedua ada pada misi pilar kesejahteraan rakyat. Prabowo-Sandi akan memberikan jaminan pemenuhan hak dasar masyarakat bagi fakir miskin, anak terlantar, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Masih dalam misi yang sama, pasangan ini bakal memperbaiki program kependudukan termasuk hak dan kesehatan reproduksi demi peningkatan kualitas dan produktivitas penduduk untuk memanfaatkan bonus demografi.

Misi tersebut lalu diwujudkan dalam program aksi kesejahteraan rakyat. Tujuannya adalah meningkatkan anggaran kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga untuk mengatasi permasalahan terkait hak dan kesehatan reproduksi serta angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Hak selanjutnya ditemukan pada misi pilar budaya dan lingkungan hidup. Prabowo-Sandi akan memperjuangkan hak-hak para pekerja seni, seniman, dan artis di Indonesia.

Kerangka utama budaya dan lingkungan hidup itu diperjelas dengan memperkuat perlindungan hukum dan hak cipta atas karya-karya seni budaya yang dihasilkan oleh para seniman nasional.

Di misi yang sama, Prabowo-Sandi akan menegakkan pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Hak Terkait agar para artis, seniman, dan pekerja seni, lebih dihargai secara optimal setiap karyanya. Ini demi kesejahteraan para pelaku industri kreatif di Indonesia.

Terakhir, kata hak ada pada misi pilar politik, hukum, pertahanan, dan keamanan. Di situ, tertuang hak konstitusional warga negara terjamin dalam penyelenggaraan Pemilu.

Tag : hak asasi manusia, prabowo subianto
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top