Industri Finansial Butuh Lulusan Program Studi Aktuaria

Pendidikan Aktuaria merupakan studi tentang pengelolaan risiko keuangan yang saat ini sangat dibutuhkan dunia industri keuangan dan industri asuransi.Namun, pendidikan aktuaria di Indonesia belum sepopuler di luar negeri, padahal kebutuhan akan tenaga aktuaris sangat tinggi karena belum tercukupinya tenaga aktuaris profesional yang dibutuhkan oleh Industri finansial di Indonesia.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 06 Desember 2018 21:53 WIB
Gedung Kemenristek Dikti - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pendidikan Aktuaria merupakan studi tentang pengelolaan risiko keuangan yang saat ini sangat dibutuhkan dunia industri keuangan dan industri asuransi.

Namun, pendidikan aktuaria di Indonesia belum sepopuler di luar negeri, padahal kebutuhan akan tenaga aktuaris sangat tinggi karena belum tercukupinya tenaga aktuaris profesional yang dibutuhkan oleh Industri finansial di Indonesia.

“Prodi aktuaria belum banyak di Indonesia, namun industri keuangan dan asuransi terus berkembang, oleh karena itu kita perlu menambah prodi dan pendidikan di bidang aktuaria, untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten pada bidang aktuaria. Kemenristekdikti berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa bidang aktuaria penting untuk mendukung industri finansial,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenristekdikti.

Ainun mengatakan saat ini Kemenristekdikti terus melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif kepada masyarakat dan calon mahasiswa bahwa bidang aktuaria penting untuk dikembangkan.

"Pendidikan aktuaria juga sangat relevan dengan perkembangan revolusi industri 4.0. Saat ini ekonomi digital semakin berkembang, sehingga pengelolaan risiko keuangan di era digital juga mengalami transformasi," lanjutnya.

Kemenristekdikti juga mendorong perguruan tinggi untuk membuka program studi aktuaria. Ainun mengatakan, sebagai pilot project saat ini Kemenristekdikti menugaskan 9 perguruan tinggi untuk mengembangkan program ilmu aktuaria, yaitu:

1. Institut Pertanian Bogor
2. Universitas Indonesia
3. Institut Teknologi Bandung
4. Universitas Gadjah Mada
5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
6. Universitas Pelita Harapan
7. Universitas Prasetiya Mulya
8. Universitas Parahyangan,
9. Universitas Surya.

Ainun menegaskan tujuan pengembangan program aktuaria adalah untuk membuka kesempatan generasi muda untuk menempuh pendidikan ilmu aktuaria di perguruan tinggi.

"Selain itu studi bidang ini juga dinilai dapat meningkatkan jumlah dan kualitas lulusan ilmu aktuaria di Indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan tenaga aktuaris yang terus meningkat," kata Ainun.

Kemenristekdikti berharap program studi aktuaria didorong untuk menerapkan model pembelajaran Co-operative Education atau Belajar Bekerja Terpadu, yang mengkombinasikan studi akademis dengan pengalaman bekerja di perusahaan.

Kemudian, memberi bekal soft skill dan professional skill set kepada mahasiswa sehingga mereka lulus dengan nilai tambah (value added).

Lalu, mampu mengintegrasikan dengan pengalaman kerja di perusahaan sebagai tenaga kerja profesional.

"Walaupun ada konsekuensi masa studi bisa lebih dari 4 tahun, namun mahasiswa memiliki nilai lebih (added value) dengan pengembangan kemampuannya, sehingga mereka cepat diterima kerja setelah lulus," tandas Ainun.

Tag : kemenristek
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top