Penangkapan CFO Huawei Bisa Perburuk Relasi AS dan China

Penangkapan Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer Huawei Technologies Co. Wanzhou Meng di Kanada dapat semakin mengacaukan hubungan antara Amerika Serikat dan China.
Dwi Nicken Tari | 06 Desember 2018 13:53 WIB
Meng Wanzhou - huawei.eu

Bisnis.com, JAKARTA--Penangkapan Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer Huawei Technologies Co. Wanzhou Meng di Kanada dapat semakin mengacaukan hubungan antara Amerika Serikat dan China.

Wanzhou ditangkap dengan tuduhan melakukan pelanggaran atas sanksi yang diberikan AS terhadap Iran.

Juru Bicara Departemen Kehakiman Kanada Ian McLeod menjelaskan, Meng yang juga wakil direktur dan putri dari pendiri Huawei tersebut akan diekstradisi ke Amerika Serikat.

Meng ditangkap pada 1 Desember 2018, atau pada hari yang sama ketika Presiden AS Donald Trump bertemu dan makan malam bersama Presiden China Xi Jinping di Buenos AIres, Argentina.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah Kementerian Kehakiman AS mengadakan investigasi pada April, yang hasilnya menunjukkan bahwa Huawei—produsen perangkat telekomunikasi—telah menjual sejumlah produknya ke Iran. 

Padahal, Iran sedang dikenai sanksi oleh AS yang melarang negara-negara di dunia mengekspor ke sana.

Berita penangkapan Meng tersebut pun memicu protes dari Kedutaan Besar China di Kanada.

Kedubes China menyebut tindakan penangkapan itu telah melanggar hak asasi warga negaranya serta meminta AS dan Kanada untuk “meralat kesalahan” dan membebaskan Meng.

Penangkapan tersebut dipastikan dapat kembali memanaskan tensi antara Washington dan Beijing yang baru saja memasuki periode gencatan senjata perang dagang.

Pasalnya, penangkapan CFO Huawei tersebut akan dinilai China sebagai serangan terhadap perusahaan yang berprestasi miliknya.

Adapun ayah Meng, Ren Zhengfei, merupakan mantan teknisi militer yang seringkali disebut-sebut sebagai eksekutif kelas atas di China. 

Dia juga telah banyak memenangkan klaim di Negeri Panda karena berhasil menyaingi Apple Inc. di pasar ponsel pintar dan mengubah bisnis reseller elektroniknya menjadi produsen perlengkapan jaringan yang pendapatannya melewati Boeing Co. 

Sejauh ini memang Alibaba Group Holding Ltd. dan Tencent Holdings Ltd. mendominasi headline pemberitaan di China karena pertumbuhan korporasi yang memuaskan serta profil pendirinya yang mengagumkan.

Namun demikian, justru Huawei lah yang merupakan perusahaan teknologi asal China yang lebih mengglobal, dengan wilayah operasionalnya tersebar di penjuru Afrika, Eropa, dan Asia.

Saham-saham di Asia langsung melemah setelah berita penangkapan Meng tersebut. Pasar khawatir hal itu dapat semakin memperburuk hubungan AS—China.

Tag : huawei, perang dagang AS vs China
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top