Bupati Terpilih Timor Tengah Selatan Ikrar Cegah Praktik Korupsi Sejak Dini

Di tengah maraknya pejabat daerah yang tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pemenang pemilihan kepala daerah berikrar untuk menggencarkan pencegahan praktik rasuah di pemerintahan.
Samdysara Saragih | 05 Desember 2018 19:02 WIB
Bupati terpilih Timor Tengah Selatan Egusem Piether Tahun befoto usai sidang putusan sengketa pilkada di Jakarta, Rabu (5/12/2018). Bisnis - Samdysara Saragih

Kabar24.com, JAKARTA — Di tengah maraknya pejabat daerah yang tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pemenang pemilihan kepala daerah berikrar untuk menggencarkan pencegahan praktik rasuah di pemerintahan.

Egusem Piether Tahun, peraih suara terbanyak Pemilihan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) 2018, berpendapat korupsi di lingkungan aparatur pemda harus dicegah sejak dini. Oleh karena itu, menurut dia, perencanaan sampai eksekusi anggaran harus diawai secara ketat.

“Tidak boleh lengah dalam pengawasan. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” katanya usai sidang putusan perselisihan hasil pilkada di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Egusem mengaku sangat mengenal dunia birokrasi berbekal pengalamannya selama 28 tahun menjadi pegawai negeri sipil. Untuk itu, mantan Penjabat Sekretaris Daerah TTS ini tidak ragu menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mencegah terjadinya korupsi di masa pemerintahannya.

“Semua yang membantu kami untuk proses menegakkan keadilan harus [digandeng]. Kami akan minta bergandengan tangan untuk mencegah korupsi,” ujarnya.

Calon Bupati dan Wakil Bupati Egusem-Johny Army Konay meraih suara terbanyak Pilbup TTS 2018 setelah pemungutan suara ulang (PSU) mengonfirmasi kemenangan pasangan itu. Hasil PSU dinyatakan Mahkamah Konstitusi sah sehingga Komisi Pemilihan Umum TTS dapat menetapkan kepala daerah terpilih.

Egusem-Johny bakal menerima tongkat estafet dari Paulus Mella-Obed Naitboho yang memimpin Pemkab TTS pada periode 2014-2019. Kepala daerah terpilih bakal dilantik pada Maret 2019 sesuai akhir masa jabatan petahana.

Masa kekuasaan Paulus-Obed sempat tercoreng dengan kasus korupsi anggaran yang menjerat Sekda TTS Salmun Tabun pada 2017. Karena jabatan sekda kosong per April 2017, Egusem ditunjuk sebagai penjabat.

Tag : pilkada, bupati
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top