31 Pekerja Transpapua Dibunuh, 2 Karyawan Istaka Karya yang Selamat Luka Tembak

Dua karyawan PT Istaka Karya (Persero) yang melarikan diri ke Mbua, Papua, saat penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, berhasil selamat. Namun, keduanya mengalami luka tembak.
JIBI | 05 Desember 2018 09:18 WIB
Keluarga korban mendatangi Kodim 1702 Jayawijaya untuk mengetahui kondisi keluarganya yang diduga menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua, Selasa (4/12/2018). - ANTARA/Marius Frisson Yewun

Bisnis.com, JAKARTA - Dua karyawan PT Istaka Karya (Persero) yang melarikan diri ke Mbua, Papua, saat penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, berhasil selamat. Namun, keduanya mengalami luka tembak.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Martuani Sormin mengatakan kedua karyawan yang selamat saat ini sudah dievakuasi ke Wamena. Keduanya adalah Martinus Sampe dan Jefrianto.

Kepolisian Daerah Papua menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan pembunuhan para pekerja Istaka Karya pada Senin(3/12/2018),pukul 15.30 WIT. Dari informasi itu diduga pembunuhan terhadap pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada Minggu (2/12/2018), di lokasi tempat mereka bekerja.

Menurut Martuani, evakuasi puluhan karyawan yang tewas di Yall masih belum dapat dilakukan karena pasukan belum sampai ke lokasi.

"Mudah-mudahan evakuasi dapat berlangsung aman," katanya.

Dikatakan, anggota Polri sedang menuju Yall untuk mengevakuasi para korban, karena itu, belum bisa dipastikan jumlah korban tewas dalam insiden tersebut.

Dia mengatakan pegawai Istaka Karya yang selamat adalah Martinus Sampe yang mengalami luka tembak di kaki kiri dan Jefrianto luka tembak di pelipis kiri.

Tim gabungan TNI-Polri telah menemukan empat orang yang menjadi korban penyerangan di Kali Yigi-Kali Auruk, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, yang dilakukan oleh terduga kelompok bersenjata. Empat orang itu berhasil melarikan diri dan selamat dari penyerangan tersebut.

"Identitas keempat korban yang selamat adalah Martinus Sampe karyawan PT Istaka Karya dengan kondisi luka tembak di kaki kiri, Jefrianton karyawan PT Istaka Karya mendapat luka tembak di pelipis kiri, Irawan karyawan Telkomsel, dan John petugas puskesmas," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal melalui keterangan resmi, Selasa (4/12/2018).

Kini, keempat orang yang selamat itu telah dievakuasi ke Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya.

“Tim medis dari Wamena telah menunggu evakuasi di lokasi Danau Habema," ucap Kamal.

Berdasarkan keterangan dari empat orang tersebut, diketahui bahwa pos TNI yang berada di Distrik Mbuma hancur akibat diserang oleh kelompok bersenjata. Adapun satu anggota TNI meninggal dalam peristiwa ini. Sedangkan nasib 31 pekerja proyek lainnya belum diketahui.

Sementara itu, kata Kamal, dalang pembunuhan 31 pekerja PT Istaka Karya diduga merupakan kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya. Diketahui, kelompok Egianus sendiri dikenal kerap melakukan serangkaian serangan penembakan di wilayah Papua. Egianus pernah menyandera belasan guru dan tenaga kesehatan di wilayah Mapenduma, Nduga pada bulan Oktober 2018 kemarin.

Penembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap para pekerja proyek PT Istaka Karya pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT. Penembakan tersebut terjadi di Kali Yigi dan Kali Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga, Papua.

Sampai saat ini, pihak kepolisian bersama dengan TNI sedang memastikan keberadaan para korban di dua tempat tersebut yaitu Kali Yigi dan Kali Aura. Berdasarkan informasi yang dihimpun korban tewas diduga sebanyak 31 orang.

 

Sumber : Tempo

Tag : papua, pembunuhan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top