Wiranto Sebut Pembunuhan 31 Pekerja Transpapua Sangat Biadab

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengejar pelaku penembakan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.
Newswire | 05 Desember 2018 08:40 WIB
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemanan (Menkopulhukam) Wiranto. - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengejar pelaku penembakan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

"Tadi saya sudah berbicara dengan Kapolri, Panglima TNI, segera dilakukan pengejaran habis-habisan supaya tidak terulang lagi. Usaha mereka kan menakut-nakuti supaya pembangunan tidak berjalan, inikan namanya mengganggu kepentingan masyarakat Papua sendiri," kata Wiranto dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Mantan Panglima TNI ini pun mengaku geram dengan tindakan pelaku penembakan puluhan pekerja di Nduga Papua itu. Padahal, para pekerja tersebut sedang melakukan pekerjaan yang mulia yakni membangun infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat di Papua.

"Saya kira itu satu aksi yang sangat biadab, karena ini teman-teman kita membangun Papua, sedang membangun infrastruktur, membangun jembatan untuk kesejahteraan masyarakat, untuk kebutuhan masyarakat.

“Artinya apa? Artinya mereka itu sudah berbakti, berjuang, bekerja untuk kebaikan Papua, kebaikan masyarakat Papua, lalu ditembaki, dibunuh, ini tentu satu hal yang sangat tidak terpuji," kata purnawirawan Jenderal bintang empat ini.

Wiranto juga menegaskan bahwa tindakan kelompok kriminal bersenjata tersebut tidak akan memberikan pengaruh terhadap pembangunan di Papua karena pembangunan akan tetap berjalan karena untuk kesejahteraan masyarakat di timur Indonesia.

"Nggak ada pengaruhnya apa-apa. Pembangunan tetap berjalan, masa pembangunan dengan langkah seperti itu dihentikan," katanya.

Pembangunan jalan merupakan bagian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, yang menghubungkan urat-urat nadi transportasi, urat nadi komunikasi, untuk menyatukan Indonesia, memberikan kesejahteraan kepada orang-orang yang ada di daerah pinggiran.

"Ini sebenarnya satu misi yang sangat bagus, mulia, dilaksanakan oleh para petugas di lapangan yang memang bekerja untuk membantu tercapainya tujuan itu. Kan bagus. Ini orang sudah merelakan dirinya, pengabdiannya luar biasa, mengambil risiko yang luar biasa, kalau dibunuh ini kelakuannya apa?," kata Wiranto.

Sebelumnya Kabidhumas Polda Papua Kombes Pol A.M. Kamal menginformasikan bahwa 31 orang telah meninggal dunia dan satu orang hilang diduga karena dibunuh oleh KKB di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Ia menduga sebanyak 24 orang dibunuh di hari pertama, delapan orang yang berusaha menyelamatkan diri di rumah anggota DPRD, tujuh di antaranya dijemput dan dibunuh KKB dan satu orang belum ditemukan.

Kombes Kamal menambahkan bahwa para korban adalah pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak. Aksi pembunuhan terhadap para korban terjadi pada Minggu, 2 Desember 2018.

 

Sumber : Antara

Tag : papua, kkb
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top