Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Xi Jinping Terbuka Setujui Akuisisi Qualcomm terhadap NXP Semiconductor

Presiden China Xi Jinping menyampaikan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk menyetujui akuisisi NXP Semiconductor NV oleh Qualcomm Inc. yang bernilai US$44 miliar.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 02 Desember 2018  |  16:35 WIB
Xi Jinping Terbuka Setujui Akuisisi Qualcomm terhadap NXP Semiconductor
Presiden China Xi Jinping - Reuters

Bisnis.comJAKARTA—Presiden China Xi Jinping menyampaikan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk menyetujui akuisisi NXP Semiconductor NV oleh Qualcomm Inc. yang bernilai US$44 miliar.

Hal itu disampaikan oleh Gedung Putih melalui pernyataan pada Sabtu (1/12/2018). Adapun penawaran tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang tercapai dalam Pertemuan antara Xi dan Presiden AS Donald Trump di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pada pekan lalu.

“[Xi menyampaikan kepada Trump] bahwa dia terbuka untuk menyetujui kesepakatan yang tidak disetujui sebelumnya, yaitu kesepakatan Qualcomm—NXP, jika nanti kembali diajukan,” tulis Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders lewat pernyataan, seperti dikutip Bloomberg, Minggu (2/12/2018).

Adapun Qualcomm telah membatalkan proposalnya untuk mengakuisisi produsen chip asal Belanda, NXP, pada Juli karena tensi perselisihan antara AS dan China meningkat. Padahal, Qualcomm telah menantikan persetujuan dari China tersebut selama hampir dua tahun.

Saat itu, regulator di China menolak memberikan persetujuan dan memperlihatkan penyesalan bahwa transaksi akuisisi tersebut menjadi batal.

Hal itu memperlihatkan bahwa Qualcomm telah menjadi korban nyata dari perselisihan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Saat ini, perwakilan dari Qualcomm masih belum memberikan komentar terkait berita terbaru tersebut.

Adapun dengan menghambat kesepakatan Qualcomm—NXP, China tampaknya ingin memperkuat posisinya dalam perundingan dengan AS yang telah mengancam bakal memberlakukan sejumlah tarif.

Lebih lanjut, sejak permohonannya ditolak, Qualcomm telah membayar biaya pembatalan kesepakatan sebesar US$2 miliar kepada NXP dan mempercepat program pembelian ulang saham.

Qualcomm pun telah menghabiskan US$22,6 miliar untuk membeli kembali sahamnya yang jatuh tempo pada September menggunakan simpanan dana yang awalnya ingin digunakan untuk mengakuisisi NXP.

 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

qualcomm perang dagang AS vs China
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top