Trump Bakal Bicara Empat Mata dengan Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan berbicara empat mata di sela-sela penyelenggaraan KTT G20 pada 30 November hingga 1 Desember 2018.
Renat Sofie Andriani | 29 November 2018 16:45 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) menerima bola sepak dari Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dalam konferensi pers bersama setelah keduanya bertemu membahas sejumlah isu di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7). - Reuters/Grigoriy Dukor

Kabar24.com, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan berbicara empat mata di sela-sela penyelenggaraan KTT G20 pada 30 November hingga 1 Desember 2018.

Mengutip informasi anggota salah satu delegasi, kantor berita Rusia RIA Novosti mengabarkan bahwa Putin dan Trump akan memiliki waktu sekitar 20 menit untuk berbicara sebelum delegasi masing-masing negara ambil bagian dalam diskusi.  

Kedua pemimpin negara itu berencana untuk bertemu pada pukul 5.30 sore waktu Moskow pada hari Sabtu (30/11) di ibu kota Argentina, Buenos Aires.

“Pembicaraan nanti akan fokus pada hubungan bilateral dan stabilitas strategis, termasuk masa depan Traktat Senjata Nuklir Jarak Menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty/INF),” ujar Diplomat Rusia Yuri Ushakov kepada awak media, seperti dikutip Bloomberg.

“Isu-isu keamanan internasional lainnya seperti Ukraina, Iran, Suriah, dan Semenanjung Korea kemungkinan juga akan dibahas,” lanjutnya.

Jika benar terwujud, pertemuan itu dapat mencairkan hubungan antara kedua negara. Pada Selasa (27/11), Trump mengatakan bahwa ia mungkin akan membatalkan pertemuan bilateral dengan Putin di Argentina menyusul konflik maritim dengan Ukraina.

Mengutip wawancara dengan The Washington Post, Trump mengatakan tengah menunggu laporan lengkap dari tim keamanan nasional soal penahanan tiga kapal milik Ukraina beserta para awaknya pada Minggu (25/11).

"Mungkin tidak akan ada pertemuan. Mungkin saya bahkan tidak akan mengadakan pertemuan... Saya tidak suka agresi itu. Saya tidak ingin agresi itu sama sekali," kata Trump, seperti dilansir Reuters.

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina meningkat dalam beberapa hari terakhir usai Rusia menembak dan menahan tiga kapal milik Ukraina di pesisir Crimea, yang dianeksasi Rusia dari Ukraina pada 2014.

Rusia menyebut kapal-kapal tersebut telah melanggar wilayah perbatasan dan tidak mengindahkan peringatan. Sementara itu, Ukraina menyebut kapal-kapal tersebut tidak melewati perbatasan karena jalur yang menghubungan Laut Azov dan Laut Hitam adalah perairan internasional.

Amerika Serikat melalui Kementerian Luar Negeri telah mendesak negara-negara Eropa untuk memberikan sanksi kepada Rusia atas insiden tersebut dan memberi bantuan kepada Ukraina dalam menghadapi konflik dengan Rusia.

Sebelumnya pada Oktober lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencananya untuk keluar dari Traktat Nuklir (INF). Perjanjian tersebut melarang AS maupun Rusia (saat itu Uni Soviet) untuk membangun rudal yang bisa menempuh jarak 500-5.500 kilometer.

Sumber : Bloomberg/Reuters

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top