Inilah Data dan Fakta Pemetaan PNS Tahun 2018

Sebuah riset dari The World Bank bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) memaparkan data pemetaan PNS 2018 bertajuk \'Mapping Indonesia\'s Civil Service\', yang dipublikasi pada Rabu (21/11/2018).
Aziz Rahardyan | 28 November 2018 13:53 WIB
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta melakukan aktivitas saat hari pertama kerja di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gedung Balaikota, Jakarta, Senin (11/7). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Proses penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil Indonesia tahun 2018 masih berjalan. Tahap demi tahap tes digelar demi menyaring calon pengemban tugas sebagai abdi negara ini.

Tapi tidak ada salahnya sebelum melihat wajah baru PNS Indonesia, kita mundur ke belakang, melihat statistik PNS yang ada di Indonesia.

Sebuah riset dari The World Bank bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) memaparkan data pemetaan PNS 2018 bertajuk 'Mapping Indonesia's Civil Service', yang dipublikasi pada Rabu (21/11/2018).

Hasil riset tersebut membahas Gender, Tingkat pendidikan, Tipe pekerjaan, Umur, Pensiunan, Kelahiran, Distribusi Geografis, dan Rotasi yang bisa digunakan untuk pengetahuan para calon PNS di masa mendatang.

Umur, Pertumbuhan, dan Tipe Pekerjaan

Dari segi umur, PNS di Indonesia yang merupakan 17% dari populasi total warga Indonesia ini berusia paruh baya dengan rata-rata umur 45 tahun.

PNS tahun 2018 tercatat meningkat 25% dari tahun 2006, yaitu sebanyak lebih dari 4,5 juta orang. Anggaran yang digunakan untuk para abdi negara ini akan memiliki beban total 25% dari APBN.

Faktanya, kebanyakan dari PNS merupakan tenaga pengajar atau guru, yaitu 26,4% dari PNS nasional dan 63,9% dari PNS lokal.

Tingkat Pendidikan dan Kenaikan Jabatan

Riset tersebut menyebut semakin tinggi tingkat pendidikan PNS 2018, maka peluang kenaikan jabatan akan lebih besar dua poin untuk Sarjana dan empat poin untuk S2 dan S3, dibandingkan PNS di tahun 1999.

Dari sisi tenaga pengajar, bahkan 64% guru di Pulau Jawa dan 54% guru di Papua dan Papua Barat telah memiliki gelar pendidikan S1.

Keragaman Gender

Menarik disimak bahwa penelitian tersebut justru menyatakan keseimbangan gender masih belum merata di berbagai lembaga pemerintah tingkat nasional maupun Pemerintah Daerah (Pemda). Selain itu, peluang kenaikan jabatan bagi PNS perempuan saat ini lebih kecil dibandingkan PNS tahun 1999.

Jumlah PNS perempuan terbanyak dimiliki Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebanyak 74%, disusul Mabes TNI AD sebanyak 67%, kemudian sebanyak 63% dimiliki Kementerian Kesehatan.

Sedangkan jumlah PNS perempuan paling sedikit terdapat di Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan (BPKP) yang hanya 10%.

PNS perempuan yang kini menjabat, sebanyak 36% menduduki posisi fungsional dan 33% menduduki posisi struktural di Pemda. Untuk tingkat nasional, partisipasi pejabat perempuan memiliki statistik 30% di posisi eselon, 42% posisi eselon 5, dan kurang dari 9% menduduki jabatan eselon 1.

Tingkat Rotasi dan Pensiun

Dari sisi tingkat rotasi, PNS Indonesia termasuk rendah dan sama antara laki-laki dan perempuan. Rotasi yang rendah tersebut tercatat sebanyak 18% di tingkat daerah, 3% untuk guru, dan 0,6% untuk petugas medis.

Sedangkan untuk tingkat rotasi dari segi pendidikan, laki-laki dengan tingkat pendidikan S2/S3 yaitu 7,5% dan 6,5% untuk perempuan.

Tingkat rotasi di tingkat jabatan pun rendah, yaitu 5,3% untuk perempuan dan 5,6% untuk laki-laki untuk jabatan fungsional. Sedangkan posisi eselon 4, tingkat rotasi hanya 5,5% untuk perempuan dan 2,3% untuk laki-laki.

Terakhir fakta dalam riset tersebut menyebutkan 81,7% guru akan pensiun 20 tahun lagi. Sedangkan sebanyak 50% pegawai Kementerian Agama (Kemenag) juga akan pensiun dalam 20 tahun mendatang.

Tag : pns, ASN
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top