Harry Azhar Aziz, Mantan Ketua BPK Jadi Guru Besar FEB Unair ke-24

Mantan Ketua BPK Harry Azhar Aziz dilantik menjadi Guru Besar Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Choirul Anam | 27 November 2018 01:28 WIB
Loading the player ...
Video pengukuhan Harry Azhar Aziz menjadi Guru Besar Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair. Video diunggah oleh akun BPK RI ke Youtube

Bisnis.com, MALANG—Mantan Ketua BPK Harry Azhar Aziz dilantik menjadi Guru Besar Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Pelantikan itu dilakukan oleh Rektor Unair Prof Moh Nasih di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Kampus C Unair, Surabaya Senin (26/11/2018)

Dalam prosesi pengukuhan guru besar itu, Prof Harry Azhar menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pemeriksaan Keuangan Negara: Upaya Mewujudkan Pengelolaan Keuangan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat”. Menurut dia, pengelolaan keuangan negara semakin hari semakin baik dan diawasi serta diperiksa dengan baik pula.

 “Pemeriksaan keuangan negara masih menekankan pada prinsip kepatuhan pada perundang-undangan, dan belum pada tanggung jawab untuk terciptanya kesejahteraan,” katanya dalam keterangan resminya, Senin (26/11/2018).

Dengan dikukuhkannya Prof. Harry Azhar Azis, maka FEB memiliki 24 guru besar aktif. Jabatan guru besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik. Semakin banyak guru besar menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang Unair miliki. Prof. Harry Azhar Azis akan menjadi guru besar aktif ke-24 di FEB dan ke-183 Unair. Rektor Unair Prof Moh Nasih mengatakan Prof Harry Azhar sejak tiga tahun lalu menjadi dosen tidak tetap di FEB Unair. Sejak 20 Juli 2018, yang bersangkutan mendapatkan SK dari Kemenristekdikti mendapat gelar akademik guru besar atau profesor. Gelar akademik itu didapatkan salah satunya memeriksa audit yang dia lakukan bermanfaat untuk masyarakat.

Audit menjadi proses pemeriksaan keuangan yang terus berkembang dari masa ke masa. Dalam implementasinya, ketika pemeriksan terus berkembang, mengharuskan keterkaitan antara pemeriksaan dan kesejahteraan di masyarakat.

Rektor mengusulkan adanya perubahan pada audit yang dilakukan oleh BPK. Terutama atas perkembangan teknologi dalam era revolusi industri 4.0. Selain itu, dia berpesan agar BPK turut mendukung percepatan perubahan pada instansi-instansi terkait yang dilakukan audit.

Dia juga  berharap agar setelah pengukuhan ini, Prof. Harry Azhar Azis, dapat berkontribusi besar untuk UNAIR. “Dengan karya yang begitu banyak—7 buku, 17 paper pada berbagai jurnal, dan 302 makalah terkait dengan ekonomi dan keuangan--, serta pengalaman di berbagai organisasi, badan legislatif, hingga menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tentunya itu menjadi modal yang besar untuk memberikan pengajaran, bimbingan, dan penelitian di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,” ucapnya/

Pengukuhan guru besar hari ini juga diharapkan dapat menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi guru besar. Pencapaian guru besar ini bukan saja merupakan capaian pribadi sebagai seorang dosen, namun juga mencapai capain universitas yang sangat penting.

Prof Harry Azhar mendapatkan gelar sarjana manajemen industri dari Sekolah Tinggi Manajemen Industri (1981-1985), master of arts in economic public policy dari University of Oregon (1988-1990), Ph.D in economic dari Oklahoma State University (1994-2000).

Ia menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI (2009-2010), Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI (2014-2017), dan yang terbaru menjadi anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan RI (2017-2019).

Tag : harry azhar aziz, universitas airlangga
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top