Jokowi Minta Harga Komoditas Pangan Tidak "Digoreng"

Calon Presiden Joko Widodo meminta pihak-pihak tertentu agar tidak menggunakan isu komoditas pangan untuk menyerang pemerintah.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 24 November 2018  |  16:49 WIB
Jokowi Minta Harga Komoditas Pangan Tidak
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kanan) mendapat bisikan dari istri Iriana Joko Widodo saat menghadiri jalan sehat bertajuk Sehat Bersama 01JokowiLagi di Lampung, Sabtu (24/11/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, LAMPUNG--Calon Presiden Joko Widodo meminta pihak-pihak tertentu agar tidak menggunakan isu komoditas pangan untuk menyerang pemerintah.

Jokowi terang-terangan mengatakan bahwa dirinya selalu memantau pergerakan harga komoditas pangan. Dia juga menegaskan tingkat inflasi selama empat tahun pemerintahannya mampu dijaga stabil di kisaran 3% - 4% yang membuktikan bahwa harga bahan-bahan pokok selalu stabil.

"Harga ini jangan ada yang menggoreng, masuk ke pasar, enggak beli apa-apa, pas keluar ngomong harga mahal, harga mahal, harga mahal. Enggak mungkin orang super kaya datang tahu-tahu datang ke pasar, enggak mungkinlah. Datang ke pasar, enggak beli apa-apa, pas keluar bilang mahal, mahal, mahal. Haduuh," ujarnya dalam Rapat Kerja Tim Kampanye Daerah Provinsi Lampung, di Graha Wangsa Golden Dragon Bandar Lampung, Sabtu (24/11/2018).

Dia berpendapat komentar semacam itu justru merugikan para pedagang pasar sehingga konsumen tidak mau datang ke pasar tradisional.

Seharusnya masyarakat aktif melakukan promosi atas pasar tradisional supaya ibu-ibu semakin banyak datang ke pasar.

"Tadi saya beli cabe Rp 23.000. Saya beli 1 kilogram, ternyata itu satu tas kresek gede banget. Ini beli, habis berapa bulan. Yang naik daging ayam dari Rp 28.000 jadi Rp 32.000, biasa namanya harga ada yang naik dan turun, tapi secara rata-rata stabil," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, harga kebutuhan pokok, Pilpres 2019

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup