Ini Fokusi Kerjasama Kemendikbud dan Inggris

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy sore ini menerima kedatangan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik untuk membicarakan kerjasama antara Kemendikbud dan Pemerintahan Inggris khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 23 November 2018 17:25 WIB
Dubes Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik dan Mendikbud Muhadjir Effendy usai melakukan pertemuan di Kantor Kemendikbud Gedung A, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/11 - 2018)

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy sore ini menerima kedatangan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik untuk membicarakan kerjasama antara Kemendikbud dan Pemerintahan Inggris khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

"Kita ada beberapa skema yang sedang kita jajaki, pertama tentang kerja sama pelajaran bahasa Inggris," tutur Mendikbud Muhadjir Effendy kepada Bisnis saat ditemui usai pertemuan di Kantor Kemendikbud Gedung A Lantai 2, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).

Muhadjir menjelaskan Kemendikbud diberi akses untuk memanfaatkan konten pelajaran bahasa Inggris yang disediakan oleh British Council dimana konten-konten tersebut bisa digunakan pada platform pendidikan yang disediakan Kemendikbud seperti Rumah Belajar dan TV Edukasi.

"Jadi nanti Rumah Belajar dan TV Edukasi akan memuat semua konten pelajaran bahasa Inggris yang berasal dari pemerintah Inggris yang saat ini difasilitasi oleh British Council," jelasnya.

Kedua, Kemendikbud dan Inggris akan mengadakan program City Parthnership. Di mana program ini sebenarnya sudah direalisasikan oleh pemerintah Inggris dengan pemerintah kota Surabaya.

"[Kita akan bekerja sama dengan] kota Birmingham dengan beberapa kota di Indonesia, yang nanti Kemendikbud akan memfasilitasi, terutama kerja sama di bidang pendidikan," kata Muhadjir.

Nantinya akan diadakan program pertukaran pelajar untuk kerja sama di bidang City Parthnership ini. Muhadjir mengatakan Kota Birmingham memiliki populasi penduduk muslim sekitar 30%.

"Mereka [penduduk muslim Birmingham] ingin menyamakan pandangan tentang cara beragama antara yang ada di Inggris dan yang ada di Indonesia, terutama mereka tertarik dengan prinsip beragama secara moderat, itu yang akan diadopsi oleh pemerintah Inggris terutama untuk kota Birmingham," papar Muhadjir.

Ketiga, Kemendikbud akan menjalin kerjasama pada bidang Sepakbola di mana Moazzam Malik berjanji akan menghubungkan program unggulan sepakbola unggulan yang ada di Kemendikbud dengan klub-klub bola yang ada di Inggris seperti, Birmingham City, Aston Villa, Manchester United, Liverpool dan klub-klub sepakbola lainnya yang ada di Inggris.

"Kita juga diberi kesempatan oleh Pak Dubes [Moazzam Malik] untuk mengirim pemain-pemain [sepakbola] yang telah terseleksi pada Gala Siswa Indonesia untuk melakukan pelatihan dan uji klinik di klub-klub [sepakbola] terkenal di Inggris," kata Muhadjir yang mengaku merupakan penggemar klub Manchester United.

Terakhir adalah kerja sama untuk mengisi London Book Fairs. Di mana tahun 2019, Indonesia akan menjadi country focus pada acara pemeran buku terbesar kedua di dunia tersebut.

"Semua buku termasuk ada beberapa penerbit yang sudah dipilih oleh Pak Dubes, nanti akan diajak bekerja sama dengan penerbit dari Inggris untuk bisa menerbitkan buku bersama, produk [buku] Indonesia untuk diterbitkan dengan bahasa Inggris, terutama untuk buku-buku agama," jelas Muhadjir.

Nantinya buku-buku hasil kerja sama tersebut akan dipasarkan di Inggris.

Moazzam Malik, Duta Besar Inggris untuk Indonesia mengatakan banyak aspek bidang yang dapat dikembangkan oleh Inggris untuk Indonesia yang berpotensi untuk mengembangkan sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

"Inggris merupakan salah satu negara yang punya sistem pendidikan dan sistem pendidikan tinggi yang merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Kami siap bekerja sama dengan mitra-mitra di sini untuk membantu mendukung usaha demi meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia [SDM] di Indonesia," kata Moazzam.

Tag : pendidikan, muhadjir effendy
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top