Kemendikbud Dorong Percepatan Pemulihan KBM di Sulteng

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy kembali mengunjungi Provinsi Sulawesi Tengah. Kunjungan kerja kali ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan kegiatan belajar mengajar di provinsi tersebut.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 17 November 2018 21:29 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy meninjau pelaksanaan belajar mengajar di tenda pascagempa di Palu dan Donggala, Sabtu (17/11/2018). - Istimewa/Kemendikbud

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy kembali mengunjungi Provinsi Sulawesi Tengah. Kunjungan kerja kali ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan kegiatan belajar mengajar di provinsi tersebut.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengatakan pemerintah ingin anak-anak Sulteng dapat menjadi lebih hebat, terutama untuk pemulihan kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Kita ingin kebangkitan Sulteng ini lebih cepat, khususnya untuk pemulihan kegiatan pembelajaran di sekolah. Komitmen ini dengan didukung berbagai pihak terkait pemulihan kembali pendidikan di Sulteng semakin menguatkan keyakinan bahwa anak-anak Sulteng akan bangkit lebih hebat,” tutur Muhadjir Effendy seperti dikutip dari keterangan resmi Kemendikbud, Sabtu (17/11/2018).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan ini juga menyampaikan bahwa pemulihan proses belajar mengajar di sekolah tidak terlepas dari peran guru.

Namun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyadari tidak sedikit guru di Sulawesi Tengah yang juga mengalami dampak bencana. Untuk itu sebagai upaya meringankan beban guru, khususnya yang terkena dampak bencana, Kemendikbud menyiapkan tunjangan khusus sebesar Rp76,2 miliar untuk 15.080 guru di empat kabupaten, yakni Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.

Terkait tunjangan khusus tersebut, Mendikbud menyerahkan secara simbolis buku tabungan kepada 200 guru saat Apel Pagi “Anak Sulteng Bangkit Lebih Hebat” yang berlangsung Sabtu pagi di halaman kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

“Para guru saya harap tidak patah semangat dalam menjalankan tugas mengajar dan mendidik siswa. Saya yakin para guru di Sulteng mampu memompa semangat murid-muridnya untuk belajar dan melompat lebih tinggi menggapai cita-cita,” pesan pria kelahiran Madiun, 29 Juli 1956 tersebut. 

Tag : kemendikbud, Gempa Palu
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top