Pelatihan Guru Program Populer Filantropi di Bidang Pendidikan

Hasil survei dari Public Interest Research & Advocacy Public (Pirac) terhadap 45 organisasi filantropi mengungkapkan terdapat tiga program populer di bidang pendidikan yaitu 21% untuk program pelatihan guru, 17% program beasiswa, dan 16% program infrastruktur.
Agne Yasa | 17 November 2018 17:19 WIB
Ilustrasi: Guru mengajar di kelas - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelatihan guru menjadi program populer yang banyak dilakukan organisasi filantropi di Indonesia.

Hasil survei dari Public Interest Research & Advocacy Public (Pirac) terhadap 45 organisasi filantropi mengungkapkan terdapat tiga program populer di bidang pendidikan yaitu 21% untuk program pelatihan guru, 17% program beasiswa, dan 16% program infrastruktur.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Pengurus Filantropi Indonesia Timotheus Lesmana Wanadjaja mengatakan semua hal tetap menjadi prioritas karena pendidikan di Indonesia masih perlu didorong lagi.

"Agar masyarakat Indonesia jadi lebih cerdas lagi lebih berpendidikan tapi memang paling utama memang guru karena guru menjadi titik awal untuk mendidik siswa terutama di daerah-daerah," kata Timotheus di sela-sela acara FIFest, Indonesia Philanthrophy Festival, Sabut (17/11/2018).

Adapun yang akan dilakukan Klaster Pendidikan di Perhimpunan Filantropi Indonesia adalah menggalang kolaborasi antar lembaga filantropi untuk bekerja sama.

"Dengan adanya kolaborasi dalam bentuk klaster ini diharapkan pemerataan dapat terwujud. Terutama di daerah tempat lembaga filantropi sudah bekerja, bisa daerah terpenci tapi di kota juga belum tentu kualitas gurus sudah merata, tergantung kemampuan lembaga filantropi itu," katanya.

CEO Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo sebagai Pemimpin Klaster Pendidikan mengatakan Asia Philanthropy Circle (APC) telah membuat panduan untuk peningkatan kualitas pendidikan yang lebih efektif dan berdampak luas.

Dalam panduan tersebut diungkapkan terdapat empat bidang yang bisa digarap yaitu kualitas guru, kepemimpinan guru dan tata kelola sekolah, pendidikan kejuruan, serta pendidikan dan pengembangan anak usia dini.

"Bagaimana sekarang kita membuat sesuatu yang selaras sehingga filantropi yang di Indonesia bisa menjangkau empat ini. Kalau guru sudah selaras, untuk peningkatan kepala sekolah dan manajemen harus lebih banyak lagi. Untuk anak usia dini juga belum banyak yang bergerak, vokasi juga, artinya ini harus digerakkan," jelasnya.

Menurutnya, dari program populer untuk bidang pendidikan ini maka dibutuhkan usaha yang lebih besar lagi agar dampak yang dihasilkan juga lebih luas.

Tag : pendidikan, guru, filantropis
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top