Trump: Kedatangan Imigran Sama dengan Serangan pada AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan serangan retoriknya terhadap para imigran yang bergerak ke perbatasan AS menjelang pemilihan paruh waktu pekan depan.
John Andhi Oktaveri | 02 November 2018 11:47 WIB
Presiden AS Donald Trump duduk di kursi yang disediakan untuk kepala negara sebelum menyampaikan pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB k3-73 di kantor pusat AS di New York, AS, 25 September 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan serangan retoriknya terhadap para imigran yang bergerak ke perbatasan AS menjelang pemilihan paruh waktu pekan depan.

Berpidato di Gedung Putih, Trump menyatakan akan ada kemungkinan tindakan tegas terhadap mereka yang mencari suaka tersebut.

Dia mengisyaratkan bahwa bahkan orang-orang yang melempar batu di perbatasan AS dapat ditembak dengan menggunakan senjata api. 

Dalam sebuah sesi pidato yang berlangsung hampir satu jam di Ruang Roosevelt, Trump berbicara keras tentang imigrasi, tetapi gagal menyampaikan banyak hal secara spesifik. Pihak Gedung Putih sebelumnya menjanjikan pidato itu akan berupa pengumuman atas satu kebijakan.

Dalam bahasa seram yang mirip dengan salah satu pidato politik bukan dari seorang  presiden, dia bersumpah untuk mencegah kafilah migran Amerika Tengah  dan menyebutnya "kekerasan" yang menuju ke perbatasan selatan untuk "menyerang" negara.

Trump mengatakan perintah eksekutif yang komprehensif akan dirilis minggu depan, meskipun tidak jelas apa isinya sebagaimana dikutip Theguardian.com, Jumat (2/11/2018).

Dia bahkan berjanji akan  menahan para imigran  tanpa batas di "kota-kota besar tenda" yang sedang dibangun di perbatasan dengan bantuan militer.

Trump juga mengisyaratkan  bahwa pada masa depan pencari suaka hanya akan dapat mengajukan petisi kepada AS untuk berlindung dengan mendekati pos perbatasan yang ditunjuk.

Ada beberapa bentrokan antara polisi Meksiko saat mereka mendekati perbatasan bulan lalu. Sedangkan para kafilah itu masih lebih dari 800 mil dari perbatasan AS.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top