Trump Siapkan 15.000 Pasukan untuk Hadang Imigran di Perbatasan

Presiden AS Donald Trump sempat membuat pernyataan di Gedung Putih bahwa pemerintah akan mengirimkan 15.000 pasukan ke perbatasan AS-Meksiko. Jumlah tersebut sama besar dengan jumlah pasukan AS yang dikirim ke Afghanistan.
Iim Fathimah Timorria | 01 November 2018 15:27 WIB
Warga Honduras mengantre untuk menunjukkan kartu identitas mereka ke petugas di dekat perbatasan Agua Caliente, Ocotepeque, Honduras, Kamis (17/10). Mereka berharap bisa menyeberang ke Guatemala dan bergabung dengan rombongan imigran lainnya yang menuju AS. - Reuters/Jorge Cabrera

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump kembali menyampaikan retorika anti-imigran saat melakukan kampanye ke Florida pada Rabu (31/10/2018).

Sebelum melakukan lawatan, Trump sempat membuat pernyataan di Gedung Putih bahwa pemerintah akan mengirimkan 15.000 pasukan ke perbatasan AS-Meksiko. Jumlah tersebut sama besar dengan jumlah pasukan AS yang dikirim ke Afghanistan.

"Banyak orang kasar di rombongan ini. Mereka bukan malaikat," kata Trump di hadapan publik Fort Myers, merujuk ke para migran dari negara-negara Amerika Tengah yang saat ini tengah bergerak menuju perbatasan AS-Meksiko untuk mencari nasib yang lebih baik atau lari dari konflik.

"Kita telah mempersiapkan diri menghadapi mereka," lanjut Trump.

Kebijakan anti-imigran yang terus digaungkan Trump seolah mengisyaratkan bahwa dia mengabaikan tuduhan publik yang menyebut retorika yang santer diucapkannya telah memicu ekstremisme. Pengumuman soal pasukan ini disampaikan pada tahapan akhir kampanye sebelum pemilihan paruh waktu yang akan diselenggarakan Selasa depan.

Dalam kurun waktu 6 hari ke depan, Trump akan ikut serta dalam 11 kampanye di delapan negara bagian.

Partai Demokrat diperkirakan akan merongrong pemerintahan Trump, bahkan jika mereka hanya memenangkan separuh suara. Hal ini membuat Trump berharap dapat mendulang suara dari pendukung Partai Republik dan mengembalikan dominasi di dua kamar kongres.

Salah satu fokus yang diusung Trump dalam kampanyenya adalah mengenai bahaya yang mungkin dihadapi Amerika apabila diserang 'invasi' imigran ilegal dan Partai Demokrat akan membuka lebar perbatasan untuk mereka.

Sebagaimana dilaporkan AFP, Trump sempat mengumumkan 5.000 pasukan tengah dikirim ke perbatasan. Angka tersebut dinilai sudah sangat besar oleh masyarakat mengingat estimasi sebelumnya yang hanya berjumlah 800.

Sekitar 7.000 orang asal Amerika Tengah, termasuk rombongan keluarga dan anak-anak bergerak menuju perbatasan Amerika. Mereka melakukan perjalanan darat yang dimulai dari Honduras dan diperkirakan akan menempuh jarak sejauh 1.600 km.

Komisioner badan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS, Kevin McAleenan memperkirakan perlu waktu beberapa pekan lagi bagi mereka untuk mencapai perbatasan AS.

Tag : Donald Trump
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top