KPK Rencana Periksa Taufik Kurniawan Besok

Wakil Ketua DPR RI sekaligus tersangka dalam kasus pembahasan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen, Taufik Kurniawan, rencananya akan menjalani pemeriksaan perdana di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) besok, Kamis (1/11/2018).
Rahmad Fauzan | 31 Oktober 2018 20:10 WIB
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI sekaligus tersangka dalam kasus pembahasan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen, Taufik Kurniawan, rencananya akan menjalani pemeriksaan perdana di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) besok, Kamis (1/11/2018).

"Kami imbau agar saudara TK kooperatif dan datang pada pemeriksaan besok," ujar Juru Bicara KPK, Rabu (31/10/2018).

Belum diketahui masih kapasitas Taufik Kurniawan dalam pemeriksaan besok.

KPK saat ini sudah memeriksa beberapa saksi terpidana dalam kasus Kebumen, yaitu Khayub Muhamad Lutfi, Adi Pandoyo, Mohammad Yahya Fuad.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut sebagai tersangka pada 30 Oktober 2018.

Wakil Pimpinan KPK Basaria Panjaitan mengatakan bahwa Taufik Kurniawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf atau Pasal 12 huruf baa tau Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Peran Taufik Kurniawan dalam kasus pembahasan DAK fisik tahun anggaran 2016 dirinci melalui pedekatan atau pertemuan yang dilakukan dengan Bupati kebumen Mohammad Yahya Fuad.

“Setelah dilantik, MYF [Mohammad Yahya Fuad] melakukan pendekatan pada sejumlah pihak termasuk anggota DPR, salah satunya TK [Taufik Kurniawan] selaku wakil ketua DPR periode 2014—2019,” ujar Basaria saat mengumumkan peningkatan status penyidikan di KPK, Selasa (30/10/2018).

Saat itu, DPR tengah membahas alokasi DAK senilai Rp100 miliar.  Diduga, ada permintaan fee sebesar 5% dari total anggaran yang dialokasikan untuk Kabupaten Kebumen.

“MYF menyanggupi fee 5% dan kemudian meminta fee 7% pada rekanan di Kebumen,” kata Basaria.

Pertemuan dan penyerahan uang dilakukan bertahap di sejumlah hotel di Semarang dan Yogyakarta. Dari rencana penyerahan ketiga, KPK melakukan operasi tangkap tangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpk, korupsi

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top