Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jimly: Masyarakat Jangan Musuhi Mantan Aktivis HTI

Ketua Umum Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie meminta agar mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak kembali mengorganisir diri memperjuangkan khilafah karena telah dibubarkan pemerintah.
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 31 Oktober 2018  |  14:07 WIB
Jimly: Masyarakat Jangan Musuhi Mantan Aktivis HTI
Jimly Asshiddiqie - icmijabar
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA — Ketua Umum Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie meminta agar mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak kembali membentuk organisasi  memperjuangkan khilafah karena telah dibubarkan pemerintah.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu pun mengimbau masyarakat untuk tidak memusuhi mantan aktivis HTI.

Pernyataan itu dilontarkan Jimly terkait pengibaran maupun pembakaran bendera berkalimat tauhid yang diyakini sebagai bendera organisasi tersebut.

Jimly pun mengingatkan, agar masyarakat khususnya umat Islam menjadikan mantan anggota HTI sebagai objek dakwah.

"Jadi tidak boleh lagi itu [mengorganisir diri]. Nah itu objek dalam kegiatan dakwah," katanya seusai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Rabu (31/10/2018).

Jimly pun mengajak masyarakat untuk belajar dari sejarah peristiwa 1965 terkait pemberontakan partai yang kini juga dilarang, PKI.

"Belajar dari pengalaman masa lalu kita sendiri waktu tahun '65. Bubarkan partainya lalu kemudian anggotanya termasuk keluarganya [dan] tetangganya dicatat semua. Tidak perlu lagi seperti itu," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hti hizbut tahrir
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top