Saudi Tak Bersedia Ekstradisi Tersangka Pembunuh Khashoggi ke Turki

Menteri Luar Negeri Arab Saudi menolak permintaan Turki untuk mengekstradisi 18 tersangka pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi.
Nirmala Aninda | 27 Oktober 2018 21:39 WIB
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, saat menjadi pembicara dalam sebuah acara yang digelar Middle East Monitor di London, Inggris 29 September 2018. Foto: Reuters - Middle East Monitor

Kabar24.com, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Arab Saudi menolak permintaan Turki untuk mengekstradisi 18 tersangka pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi.

"Orang-orang itu adalah warga negara Saudi, mereka ditahan di Arab Saudi, penyelidikan dilakukan di Arab Saudi," kata Menlu Adel Al-Jubeir dalam konferensi Dialog Manama di Bahrain, Sabtu (27/10/2018).

"Mereka akan dituntut di Arab Saudi," ujarnya seperti yang dilansir Bloomberg.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat mendesak Saudi menunjukkan iktikad baik dengan mengekstradisi para tersangka. Mereka diidentifikasi oleh para penyidik Turki terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Anadolu Agency, media milik pemerintah Turki, mengatakan Kepala Jaksa Istanbul telah menyiapkan permintaan untuk ekstradisi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis mengatakan AS telah mencabut visa bagi tersangka dan akan mengambil tindakan tambahan.

"Amerika Serikat tidak mentoleransi tindakan kejam semacam ini untuk membungkam Tuan Khashoggi, dengan kekerasan," ujar Mattis.

"Kegagalan suatu negara untuk mematuhi norma-norma internasional dan supremasi hukum melemahkan stabilitas regional pada saat yang paling dibutuhkan," katanya.

Arab Saudi, awalnya memberi keterangan bahwa kolumnis Washington Post meninggalkan lokasi konsulat dalam keadaan sehat dan hidup. Atas tekanan dari penjuru dunia mereka menyatakan pengakuan bahwa Khashoggi dibunuh secara terencana.

Khashoggi, seorang pengkritik kebijakan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, pada 2 Oktober 2018 terlihat memasuki konsulat. Dia pergi ke konsulat untuk mengambil dokumen yang dibutuhkan untuk menikah.

Sumber : Bloomberg

Tag : arab saudi, turki, Jamal Khashoggi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top