OPEC Kesulitan Penuhi Janji Peningkatan Pasokan Minyak Mentah

OPEC kesulitan menambah jumlah barel ke dalam pasar setelah pada Juni lalu sepakat untuk menambah produksi.
Mutiara Nabila | 20 Oktober 2018 10:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – OPEC kesulitan menambah jumlah barel ke dalam pasar setelah pada Juni lalu sepakat untuk menambah produksi karena kenaikan produksi dari Arab Saudi kini tertahan oleh penyusutan pasokan dari Iran, Venezuela, dan Angola.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sejumlah negara sekutunya pada Juni lalu sepakat untuk meningkatkan produksi minyak mentah karena Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak untuk mengimbangi penurunan pasokan dari Iran yang terkena sanksi agar harga tidak melambung.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan, anggota OPEC dan non-OPEC akan memompa tambahan minyak hingga sebanyak 1 juta barel per hari mengikuti kesepakatan pada Juni itu. Namun, berdasarkan dokumen internalnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda kenaikan produksi secara maksimal.

Para anggota OPEC mengatakan sedang dalam proses untuk melakukan hal tersebut, tetapi tidak menyebutkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target kenaikan produksi itu.

“Sekarang sedang dalam proses pengerjaan,” ujar Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo, dilansir dari Reuters, Sabtu (20/10/2018).

Dokumen internal yang disiapkan oleh pusat OPEC di Wina untuk pertemuan panel teknikal menunjukkan bahwa para anggota OPEC seperti Nigeria, Libya, dan Kongo telah memompa minyak tambahan sebanyak 428.000 barel per hari pada September dibandingkan dengan pada Mei.

Pertemuan panel teknikal OPEC dan non-OPEC yang disebut Joint Technical Committee akan ditujukan melakukan peninjauan pada kepatujan produsen terhadap janji-janjinya dalam memasok minyak.

Pengekspor utama dunia Arab Saudi sudah memompa dengan jumlah paling banyak dengan meningkatkan produksi hingga 524.000 pada September dibandingkan dengan pada Mei sebelum melakukan kesepakatan produksi. Kenaikan lainnya datang dari Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Iran, yang harus menghadapi sanksi dari AS terhadap ekspor minyaknya pada 4 November mendatang, telah memangkas produksi hingga 376.000 barel per hari pada September dibandingkan dengan pada Mei, dan ditambah dengan pernyataan bahwa OPEC dan Arab Saudi tidak sanggup mengisi kesenjangan pasokan dari penyusutan ekspor Iran.

“Kapasitasnya tidak cukup,” ungkap Gubernur OPEC, Hossein Kazempour Ardebili. Di antara anggota OPEC lainnya, kemerosotan produksi diperparah dengan Venezuela yang produksinya menyusut 189.000 barel per hari dan di Angola yang merosot sebanyak 17.000 barel per hari.

Negara-negara non-OPEC kini bekerja sama dengan OPEC untuk menambah pasokan hingga 296.000 barel per hari sejak Mei. Rusia sudah meningkatkan produksi hingga 389.000 barel per hari, sedangkan Kazakhstan, Meksiko, dan Malaysia justru mengalami penurunan.

Adapun, Nigeria, Libya, dan Kongo tidak termasuk dalam pakta penahanan produksi dari OPEC. Kendati demikian, ketiga negara out telah menambah produksinya dan membuat keseluruhan produksi OPEC pada September bertambah 628.000 barel per hari.

Tag : opec
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top