Gara-gara Perang Dagang, Pebisnis Wanita Ini Tak Lagi Terkaya di China

Layar sentuh iPhone dan Tesla dulu pernah menjadikan Zhou Qunfei pebisnis wanita terkaya di China.
Renat Sofie Andriani | 19 Oktober 2018 15:41 WIB
Yuan. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Layar sentuh iPhone dan Tesla dulu pernah menjadikan Zhou Qunfei pebisnis wanita terkaya di China. Namun, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Negeri Panda telah membuatnya mengalami kerugian terbesar sepanjang tahun ini di antara miliarder-miliarder China.

Zhou, Chairman Lens Technology Co., perusahaan lensa untuk laptop dan ponsel pintar, telah kehilangan 66% dari kekayaannya atau sekitar US$6,6 miliar tahun ini, penurunan terbesar dalam persentase di kalangan taipan China, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Saham Lens Technology sendiri telah merosot 62% sepanjang tahun ini, didorong aksi jual yang dialami para pemasok Apple Inc. setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan tarif perdagangan terhadap China.

Tekanan juga datang dari kasus Elon Musk yang setuju untuk mengundurkan diri sebagai Chairman Tesla Inc. menyusul penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas bursa AS, Securities and Exchange Commission (SEC).

Gejolak tersebut turut menyeret turun aset miliarder lain seperti pendiri Alibaba Group Holding Ltd., Jack Ma, dan CEO Tencent Holdings Ltd., Ma Huateng. Jika digabungkan, para miliarder China, yang masuk dalam daftar 500 orang terkaya dunia, telah merugi sekitar US$86 miliar tahun ini.

Sebuah laporan oleh Oxford Economics yang dirilis hari ini, Jumat (19/10/2018), mendapati bahwa bursa saham China telah terpukul lebih keras oleh kabar seputar kebijakan perdagangan yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan negara lain.

“Bursa saham China umumnya telah lebih responsif terhadap berita perang perdagangan yang negatif dalam beberapa bulan terakhir, lebih lamban untuk pulih daripada bursa saham AS dan tidak terlalu menerima dampak berita perang perdagangan yang positif daripada bursa di negara lain,” jelas analis Jamie Thompson dan Liam Gallagher, seperti dikutip Bloomberg

Banyak pemasok Apple di China, termasuk Lens, yang mengalami penurunan performa bulan lalu setelah Trump menyatakan bersedia mengenakan tarif pada barang-barang impor tambahan asal China senilai US$$267 miliar, lebih besar nilai impor yang ia pertimbangkan sebelumnya sebesar US$200 miliar.

“Tarif dan relokasi pabrik manufaktur ke AS dapat mengerek biaya, sementara kemungkinan peningkatan nasionalisme di China bisa menyebabkan boikot terhadap merek-merek AS seperti Apple, sekaligus merugikan para pemasok,” ujar analis Capital Futures Yeason Jung.

Lens juga diketahui melaminasi panel display untuk Tesla. Banyak pemasok untuk Tesla di Asia mengalami penurunan performa setelah SEC menuding Musk menyesatkan investor sehubungan dengan pendanaan.

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top