Setahun Anies Rasyid Baswedan Pimpin Jakarta

Anies Rasyid Baswedan memimpin DKI Jakarta, yang kinerjanya tak lepas dari kritik maupun tanggapan positif.
Dian Asmita Aisyah
Dian Asmita Aisyah - Bisnis.com 16 Oktober 2018  |  23:36 WIB
Setahun Anies Rasyid Baswedan Pimpin Jakarta
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah), disaksikan Mensesneg Pratikno saat meninjau fasilitas umum untuk masyarakat berkebutuhan khusus di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Tepat hari ini satu tahun Anies Rasyid Baswedan memimpin DKI Jakarta, yang kinerjanya tak lepas dari kritik maupun tanggapan positif.

Ida Mahmudah, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Komisi B ikut mengomentari masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta yang dinilai tidak ada kemajuan yang signifikan.

Ida berpendapat bahwa, Pak Anies cerdas tapi tidak selaras dengan program yang dijalankan, “Sampai saat ini, tidak ada kemajuan yang dibuat, yang ada terlihat bingung dengan program kerja yang dibuat sendiri,” ujarnya kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/10/2018).

Ida menilai program Oke Oce yang dijalankan sebenarnya sudah ada sejak dulu. Pelatihan, pembinaan, dan pendampingan merupakan agenda yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk warga masyarakat.

Contoh lainnya, Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang diterapkan juga tidak tepat sasaran. “Masyarakat mengeluh kepada saya, KJP yang telah mereka terima bertahun-tahun, ada pendataan ulang, di survei kembali dan tiba-tiba dicabut dengan alasan rumah tinggal mereka layak. Kenyataanya, anak tersebut tinggal di rumah neneknya, karena bapaknya sudah meninggal, ibunya menjadi pedagang di pasar. Karena tidak mampu membeli rumah, akhirnya mereka tinggal di tempat tersebut.”

Berbeda dengan Ida, Saefullah, Sekda Provinsi DKI Jakarta berpendapat, bahwa Anies Rasyid Baswedan merupakan orang yang taat pada regulasi, semua kebijakan mengikuti peraturan yang ada.

Saefullah menambahkan, “Anies sangat berhati-hati dalam mengambil langkah, beliau taat pada peraturan seperti undang-undang dan turunannya, selain itu beliau memiliki kepribadian yang humanis,” ujarnya kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (16/8/2018).

Anies Baswedan belum lama ini juga telah meresmikan hunian DP O Rupiah yang dijanjikannya selama masa kampanye

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Jakarta Trubus Rahardiansyah menilai satu tahun masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah sudah berhasil, namun tak sedikit memiliki kekurangan.

"Sejak terpilih menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta, semakin hari ada beberapa kebijakan yang berhasil oleh Anies. Namun juga tak sedikit ada beberapa kebijakan yang dapat dikatakan masih berjalan dan perlu ditangani serius," kata Trubus saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut Trubus, satu kesuksesan yang patut dari era ini adalah keberhasilan Anies-Sandi dalam menyatukan masyarakat Jakarta yang awalnya sempat terpecah karena Pilkada menuju terwujudnya kohesi dan integrasi sosial, sehingga jarang terjadi konflik-konflik sosial, demo" berjilid-jilid" (berulang kali) dan tawuran antarwarga.

Selain itu, kebijakan yang dapat dikatakan berhasil antara lain, menutup Hotel plus diskotek Alexis; pelaksanaan program KJP Plus; mengganti JPO dengan pelican crossing; program kartu lansia; penanganan reklamasi; program rumah DP 0 rupiah (SAMAWA); pembangunan trotoar Sudirman-Thamrin; libur sekolah selama Asian Games; program ganjil genap; penataan kampung akuarium dan program pembatasan penggunaan air tanah.

"Semua program itu dapat dikatakan berhasil meskipun diakui masih belum optimal di mata publik," kata Trubus.

Serius ditangani Kendati demikian, ada beberapa kebijakan yang dapat dikatakan masih berjalan dan perlu ditangani serius yaitu kebijakan OK OCE; OK OTrip yang diganti dengan Jak Lingko; penyelesaian kasus Sumber Waras dan tanah Cengkareng," ujar dia.

Program OK OCE perlu ditata ulang dengan fokus pada output dan keberlangsungan program, karena program ini memerlukan dukungan infrastruktur yang kuat seperti SDM, payung hukum yang kuat, anggaran yang besar, dukungan perbankan, dukungan lembaga keuangan, dukungan UMKM dan kapasitas kebijakan.

Sedangkan untuk OK Otrip atau Jak Lingko juga perlu ditata ulang dengan fokus pada peningkatan layanan, koordinasi antar dinas perhubungan dan para pengusaha angkutan umum, kebijakan yang transparan, dukungan perbankan yang memadai, serta perlindungan pada pengguna.

"Sosialisasi perlu dilakukan secara masif sehingga penumpang tertarik untuk menggunakan kartu OK Otrip atau Jak Lingko. Bahkan ke depan perlu diintegrasikan Trans Jakarta dengan moda LRT dan MRT sehingga masyarakat memperoleh benefit, cepat dan aman, serta mau menggunakan transportasi umum bukan mobil pribadi," ucapnya.

Trubus menambahkan keunggulan kebijakan Anies ada pada kekuatan konsep meskipun pada awalnya terkesan terburu-buru dan dipaksakan untuk sekedar memenuhi janji politik. Namun dalam beberapa bulan ke belakang, dia melihat Anies cenderung lebih berhati-hati, matang dalam bertindak dan penuh persiapan matang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies baswedan

Sumber : Bisnis & Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top