Pengungsi Palu Mulai Terserang Penyakit

Dokter lapangan Letnan Dua (Letdu) Corps Kesehatan Militer (CKM) dr George Tirta mengatakan rata-rata masyarakat mengeluh mual-mual, batuk, pilek, dan demam.
JIBI | 14 Oktober 2018 11:04 WIB
Seorang pengungsi berbaring bersama anaknya di tempat pengungsian di halaman kantor RRI Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10). - ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Bisnis.com, JAKARTA -- Para pengungsi yang menjadi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mulai terserang penyakit.

Dokter lapangan Letnan Dua (Letdu) Corps Kesehatan Militer (CKM) dr George Tirta mengatakan rata-rata masyarakat mengeluh mual-mual, batuk, pilek, dan demam.

“Penyebabnya karena kekurangan air bersih atau makanan bergizi,” terangnya seperti dilansir Tempo, Minggu (14/10/2018).

Menurut George, keluhan yang sama dialami hampir semua pasien di rumah sakit lapangan yang dibuka oleh Batalyon Kesehatan (Yonkes) I Kostrad di Kota Palu, Kabupaten Sigi, maupun Kabupaten Donggala.

Rata-rata pengungsi yang mengalami penyakit sekunder mendapat penanganan rawat jalan. Hanya pasien yang menderita penyakit berat yang mendapat rujukan untuk rawat inap di rumah sakit di Palu maupun dievakuasi dengan menggunakan helikopter.

Penyakit gawat yang mendapat rujukan untuk dirawat di rumah sakit di Palu di antaranya yang mengalami tekanan darah tinggi dan sesak nafas. Pasien dengan penyakit seperti ini membutuhkan kondisi yang stabil, dengan oksigen dan pengawasan intens, sehingga tidak memungkinkan untuk dievakuasi dengan helikopter. 

Di sisi lain, pasien yang mengalami patah tulang atau luka-luka masih terus ditangani meski jumlahnya sudah berkurang. Hingga saat ini, Kostrad menangani sekitar 2.000 pasien rawat jalan dan 250 orang pasien rawat inap.

Sumber : Tempo

Tag : Gempa Palu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top