Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Khamenei Perintahkan Para Pejabat Selesaikan Krisis Ekonomi Iran

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memerintahkan para pejabat untuk segera mencari solusi guna mengatasi krisis yang dipicu sanksi ekonomi Amerika Serikat.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Oktober 2018  |  16:25 WIB
Khamenei Perintahkan Para Pejabat Selesaikan Krisis Ekonomi Iran
Ayatollah Ali Khamenei - REUTERS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memerintahkan para pejabat untuk segera mencari solusi guna mengatasi krisis yang dipicu sanksi ekonomi Amerika Serikat.

Dilansir Reuters dari kantor berita Fars, Khamenei mengatakan krisis ekonomi Iran dapat diatasi jika semua pihak bersatu menghadapinya.

"Tidak ada krisis dan masalah di negara yang tidak dapat kita selesaikan. Para pejabat harus mencari solusi untuk mengatasi kesulitan ekonomi yang ada dan untuk mengecewakan musuh dengan menyelesaikannya," ungkap Khamenei kepada para pejabat terkait, seperti dikutip Reuters.

Khamenei juga mengatakan Iran dapat menahan tekanan sanksi AS dengan mengandalkan sumber daya alam dan manusia yang ada.

Pada Mei Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan internasional 2015 yang bertujuan untuk mengekang program nuklir Iran. Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran pada Agustus.

Trump juga berencana memberlakukan sanksi lebih keras di sektor minyak dan perbankan Iran pada November.

Akibat sanksi ini, mata uang rial Iran telah merosot hingga 70% terhadap dolar AS sejak April 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran ayatollah ali khamenei Donald Trump
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top